Pages

WELCOME TO MY BLOG
Tampilkan postingan dengan label Starbucks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Starbucks. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Oktober 2010

Tiga Aroma Baru dari Kemasan Starbucks Insatan

Kedai kopi ternama asal Amerika Serikat, Starbucks Corp, akan meluncurkan kopi kemasan instan. Kopi kemasan yang diberi nama Starbucks Natural Fusions ini ada tiga aroma, yakni vanila, karamel, dan aroma kayu manis.

Rencananya, perusahaan asal Seattle ini bakal menjual Starbucks Natural Fushions di toko-toko ritel pada bulan Juni nanti. Langkah Starbucks ini terbilang penting. Pasalnya, citra Starbucks sempat terpuruk setelah ratusan kedainya ditutup di negara Paman Sam lantaran terlalu berani ekspansi.

Makanya, untuk mengembalikan citra Starbucks, perusahaan ini sengaja merilis menu kopi yang biasa tersedia di rumah-rumah. Menurut riset yang dilakukan Starbucks, setiap orang Amerika meminum setidaknya empat cangkir kopi setiap hari. Sekitar 60% orang Amerika meminum kopi jenis instan seperti merek Folgers dan Maxwell House dominate, yang bakal menjadi pesaing berat Starbucks. Nantinya kemasan Natural Fusions bakal tersedia dalam kemasan 11 ons berbanderol US$ 8,99.

Keluarnya kopi kemasan ala Starbucks ini mengundang perhatian dari pengamat bisnis. Laura Ries, pimpinan Ries and Ries, sebuah perusahaan konsultan marketing asal Atlanta bilang, langkah Starbucks melakukan penurunan kualitas minuman kopi membuat konsumen menjadi bingung. "Langkah ini mengundang pertanyaan besar dari para konsumen," katanya.

Namun pihak Starbucks membantahnya. Menurutnya, meski Starbucks bakal menjual kopi yang biasa terdapat di kedai kopi kelas dua, toh Starbucks mengklaim proses pembuatannya sama dengan proses pembuatan minuman kopi jenis lainnya. Misalnya, biji kopinya jenis arabika. "Meskipun Starbucks kini mulai mengeluarkan kopi jenis instan, kami tetap memberi rasa yang spesial dari secangkir kopi," kata Annie Young-Scrivner, Chief Marketing Officer Starbucks.

Starbucks memang rela menurunkan gengsi demi mengejar pasar kopi instan di Amerika yang nilainya mencapai US$ 265 juta per tahunnya.
(tribunnews)
the cafe, coffee bean

Kamis, 14 Oktober 2010

Kopi dengan Rasa yang Mengusung Tema "Natural Fusions"

STARBUCKS Corporation berencana meluncurkan tiga rasa kopi untuk kalangan menengah ke atas. Setelah munculnya Frappucino, kopi rasa vanili segera hadir di pasaran yang disusul karamel serta kayu manis.
Kopi dengan rasa, yang mengusung tema Starbucks natural fusions, rencananya mulai tersedia di gerai Starbucks pada Juni mendatang.

Peluncuran itu akan menandai upaya pertama Starbucks untuk merangsek ke pasar premium kopi dengan rasa, yang totalnya bernilai US$265 juta (sekitar Rp2,4 triliun). Untuk saat ini, pasar tersebut masih didominasi merek-merek yang fokus bermain di pasar premium, seperti Folgers dan Maxwell House. "Anda bisa bayangkan bahwa untukkebanyakan penggemar kopi, kopi dengan rasa itu cukup menantang," kata Tome Jones, Direktur Penelitian dan Pengembangan Starbucks, di Chicago, kemarin.

Menurut penelitian Starbucks, sebanyak 60% konsumen mereka juga mengonsumsi kopi dengan rasa dari kompetitor. Artinya, ada kesempatan untuk mengambil alih para konsumen tersebut sepenuhnya. Melalui peluncuran kopi dengan rasa, Starbucks juga ingin membersihkan citra, sekaligus memperbaiki kondisi keuangan mereka. Pemutusan hubungan kerja terhadap ribuan pekerja selama beberapa tahun belakangan akibat ekspansi yang berlebihan, sempat membuat Starbucks terpuruk.

Kini, perusahaan yang memiliki gerai kopi terpopuler di dunia itu bertekad membangun segmen produk konsumer. Produk yang dijual bervariasi, mulai dari es krim Starbucks hingga minuman berenergi dalam kemasan kaleng.
Starbucks juga mengembangkan merek kedua yang disebut Seattles Bestdan membuka sejumlah gerai di luar benua Amerika. Semua dilakukan untuk mendorong pendapatan perusahaan. Sebelum ini, perusahaan tersebut telah melakukan beberapa gebrakan produk. Mulai dari kopi instan Via sampai kopi US$1,5 per cangkir untuk memantapkan segmen menengah ke bawah.
(bataviase)
the cafe, coffee bean, starbucks

Apa Benar kopi dapat Membuat Tekanan Darah Tinggi Menjadi Naik?

Secangkir kopi biasanya akan menemani Anda mengawali hari di kantor. Atau, menjelang sore ketika tubuh sudah mulai penat dan otak butuh didongkrak agar tetap konsentrasi. Namun Anda yang masih menahan kebiasaan minum kopinya umumnya kerap bertanya-tanya, benarkah kopi mengakibatkan sakit kepala? Benarkah kopi bikin kecanduan?

Untuk menjawab rasa penasaran para penggemar kopi, Prof Dr Deddy Muchtadi, MS, Kepala Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan FATETA, IPB, memberikan paparan seputar mitos dan fakta tentang kopi.

Mitos:

1. Minum kopi bisa menyebabkan kecanduan
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyimpulkan bahwa kopi tidak membuat ketagihan atau bersifat adiktif. Sejauh ini tidak ada bukti bahwa kafein bisa menimbulkan ketagihan serius layaknya penyalahgunaan narkoba.

Kafein dalam kopi yang sering disebut sebagai candu (ketagihan) merupakan senyawa GRAS (generally recognized as safe) oleh USFDA sejak tahun 1958. Konsumsi kafein yang aman pada orang dewasa maksimal 400 mg per hari.

Kafein dapat membantu kita untuk terus terjaga, karena menghilangkan kelelahan dan kantuk. Kafein juga bisa memperbaiki mood, serta meningkatkan daya konsentrasi. Itulah sebabnya rata-rata kopi dikonsumsi oleh mereka yang lembur bekerja, menghadapi deadline, atau tengah menghadapi serangkaian ujian.

2. Minum kopi bisa membuat keropos tulang (osteoporosis)
Tahun 1994, komisi penasehat NIH (National Institute of Health) USA menyimpulkan bahwa kafein yang sering disebut bisa menyebabkan keropos tulang tidak akan mempengaruhi penyerapan ataupun eksresi kalsium dalam tubuh.

Selama Anda mengkonsumsi kafein secara moderat (3 cangkir sehari), tidak akan mempengaruhi densitas (kekuatan) dan kandungan mineral tulang. Dengan demikian Anda tidak akan terserang keropos tulang.

3. Minum kopi bisa membuat tekanan darah tinggi (hipertensi)
Kafein yang tidak berlebihan (batas konsumsi per hari 400 mg) tidak akan menyebabkan hipertensi kronis. Mereka yang sensitif terhadap kafein mungkin akan mengalami peningkatan tekanan darah selama beberapa saat saja.

Kafein juga tidak akan menyebabkan penyakit jantung. National Research Council USA tidak menemukan kaitan antara mengonsumsi kopi dengan risiko penyakit jantung koroner.

4. Kopi tidak mengandung nutrisi
Dalam satu cangkir kopi (237 gr) terdapat kandungan air (235 gr), energi (2 Kkal), zat besi (0,02 mg), magnesium (7 mg), fosfor (7 mg), kalium (116 mg), flouride (215 mg), dan kafein (95 mg).

Bahkan kopi juga terbukti mengandung asam fenolat (klorogenat dan kafeat) yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menghilangkan pengaruh negatif radikal bebas. Anda tahu kan, jika tidak dicegah radikal bebas bisa menyebabkan penyakit degeneratif. Di Jepang, kopi digunakan sebagai sumber utama aktioksidan.

Kafein yang bertahan di dalam tubuh kita akan membuat kita terjaga selama:

Dewasa: 3-5 jam, bayi di bawah 6 bulan: 24 jam, ibu hamil: 7-8 jam, perokok: 2-3 jam. Ibu menyusui tidak diperkenankan minum kopi karena bisa berpengaruh pada bayi.
(kompas)
the cafe, coffee bean, starbucks

Kopi Penyebab Bau Taksedap Pada Nafas Anda

Usai minum kopi, lidah terasa asam, dan mulut memancarkan bau khas kopi (sayangnya dalam versi yang tidak sedap). Hal ini menyebabkan kepercayaan diri Anda mendadak lenyap, apalagi ketika menyadari lawan bicara memundurkan langkahnya saat berbicara dengan Anda.

Kopi mempunyai kadar keasaman yang lebih tinggi daripada air liur, dan ketika lingkungan yang asam ini terbentuk di dalam mulut, tumbuhlah bakteri. Semakin banyak bakteri yang tumbuh di dalam rongga-rongga mulut, semakin tak sedap bau yang dihasilkan. Kondisi ini diperparah ketika Anda meminum kopi dalam keadaan perut kosong. Biasanya Anda berusaha mengusir bau tak sedap ini dengan mengunyah permen mint, oral care strips, berkumur dengan obat kumur, atau minum air putih banyak-banyak.

Namun sebuah penemuan baru yang dipresentasikan oleh International Society for Breath Odor Research di Jerman membalikkan teori ini. Penemuan tersebut menyebutkan, beberapa komponen tertentu dalam kopi kemungkinan justru mengusir bau mulut dengan menyerang bakteri yang menyebabkan halitosis (nafas tak sedap).

Sebuah tim dari Tel Aviv University memonitor hawa tak sedap akibat bakteri ketika kopi bercampur dengan air liur. "Kebalikan dari anggapan kami, ternyata beberapa komponen dari kopi tersebut justru melenyapkan bau tak sedap," ujar Profesor Mel Rosenberg. "Tadinya kami berharap kopi bakal menyebabkan bau mulut, tetapi ada sesuatu di dalam aroma kopi yang memiliki efek sebaliknya."

Menurut Rosenberg, jika ia mengisolasi molekul yang mengenyahkan pertumbuhan bakteri, hal itu dapat digunakan untuk membuat jenis baru dari obat kumur, permen mint, dan permen karet. Kombinasi susu dan kopi lah yang mungkin menyebabkan kita memancarkan bau yang mengagetkan setelah meminumnya.
(kompas)
the cafe, coffee bean, starbucks

Rabu, 13 Oktober 2010

Mendeteksi Apakah Anda Pecandu Kopi atau Tidak?

Jika menjawab 'Ya' dari 3 atau lebih pertanyaan di bawah ini, Anda tergolong pecandu kopi.

Apakah Anda termasuk orang yang tidak bisa memulai hari tanpa kopi? Atau, apa Anda merasa lesu dan tidak bisa berkonsentrasi jika di sore hari tidak minum kopi? Bisa jadi Anda kecanduan kopi.

Perlu Anda tahu, sesekali minum kopi bisa menyehatkan, tapi jika berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Masalahnya saat ini, hampir 90 persen orang dewasa dan 75 persen remaja mengonsumsi kopi, seperti yang dikutip dari situs Methode of Healing.

Kopi memang bisa membuat seseorang lebih berkonsetrasi dan berenergi. Butuh waktu 30 menit, baru Anda merasakan efek dari kopi. Kafein meningkatkan level dopamine di tubuh. Dopamine adalah neurotransmiter yang efeknya hampir sama dengan adrenalin yang bisa mengontrol mood dan emosi seseorang.

Jika mengonsumsi kopi berlebihan, neurotransmiter mulai membuat Anda peka terhadap efek kafein. Akibatnya, Anda mulai ketagihan minum kopi untuk mendapatkan efek dasyat dari kafein.

Hasil dari kecanduan kopi yang berefek buruk pada kesehatan, antara lain hipertensi, sakit kepala, gelisah, pusing, tremor, insomnia hingga gangguan pada organ reproduksi wanita.

Namun, tiap orang mencerna kafein secara berbeda. Jadi, masalah yang bisa muncul juga dapat beragam. Tapi, ada beberapa indikasi umum yang bisa menunjukkan kecanduan kopi.

Nah, untuk mendeteksi apakah Anda ketagihan kopi atau tidak, berikut ini tanda-tandanya. Jika menjawab 'Ya' dari tiga atau lebih pertanyaan di bawah ini, Anda tergolong pecandu kopi.

1. Apakah Anda tergantung pada kafein atau minuman bersoda untuk meningkatkan konsentrasi kerja? ?
2. Ketika tubuh lelah, apakah Anda merasa harus minum kopi untuk mendapatkan energi?
3. Apakah Anda mengidap hipertensi, sering merasa mulas, sakit kepala atau asam lambung?
4. Anda sering mengalami insomnia atau sulit tidur nyenyak?
5. Anda selalu merasa lelah ketika bangun tidur?
6. Anda kerap merasa pusing atau vertigo?
7. Apakah perubahan mood yang naik turun menghantui hidup Anda?

Apa solusinya? Salah satu cara paling mudah untuk mengatasi kecanduan kopi adalah dengan mengurangi porsi yang Anda konsumsi tiap hari. Misalnya, jika terbiasa minum kopi sebanyak tiga cangkir sehari, cobalah untuk menguranginya dengan hanya secangkir sehari. Atau, Anda bisa mengganti gelas kopi besar Anda dengan ukuran yang lebih kecil.

Selain itu, Anda juga bisa mencampur kopi favorit dengan kopi jenis decafe (rendah kafein), hingga akhirnya bisa benar-benar mengonsumsi kopi rendah kafein ini.

Tak hanya kopi dan minuman bersoda yang mengandung kafein, tapi cokelat, pil diet, atau bahkan suplemen kesehatan juga bisa mengandung kafein. Jadi, jika berniat mengurangi ketagihan kopi, sebaiknya porsi minuman atau suplemen yang mengandung kafein juga diperhatikan.
• VIVAnews

the cafe, coffee bean, starbucks

Selasa, 12 Oktober 2010

Agar Kopi Makin Mantap

Salah jika Anda berpikir kopi akan awet dan tidak akan berubah rasa jika disimpan di dalam freezer. Memang kopi harus ditaruh di tempat yang sejuk dan kering, tapi bukan di freezer. Apalagi yang perlu Anda ketahui tentang kopi?

* Untuk penyimpanan kopi, sebaiknya simpan di tempat yang sejuk dan kering. Pengecualian bisa dilakukan jika Anda membeli kopi dalam jumlah banyak. Caranya, bagi kopi dalam beberapa bagian, masukkan kantung kedap udara, dan keluarkan setiap kali diperlukan. Kopi yang sudah dikeluarkan tadi, sebaiknya segera dikonsumsi dan jangan disimpan lagi karena akibat adanya perubahan suhu udara, kualitas kopi akan berubah.

* Taruh kopi dalam wadah tertutup dan kedap udara. Jangan letakkan wadah di dekat oven, kompor, atau tempat yang langsung kena paparan sinar matahari atau lampu. Suhu yang terlalu panas juga bisa memengaruhi kualitas kopi.

* Akan lebih bijaksana jika membeli sesuai keperluan. Misalnya, untuk kebutuhan seminggu hingga 2 minggu sehingga kopi Anda senantiasa segar.

* Jika memakai coffee maker, yakinkan alat itu dalam keadaan bersih dan bebas dari sisa-sisa kopi sebelumnya. Masalahnya, bekas atau sisa kopi bisa memunculkan bau tak sedap dan yang pasti berpengaruh pada rasa kopi.

* Seduh kopi dengan air mendidih agar rasa serta aromanya lebih terasa. Tunggulah sekitar semenit sebelum menuang bubuk kopi ke air mendidih di dalam gelas.

* Jangan langsung meminum kopi yang baru diseduh. Tunggu sekitar 3-5 menit sambil tambahkan gula sesuai selera. Jika suka kopi tanpa ampas, setelah 3 menit, ampas bisa langsung disaring.

* Selain gula, Anda bisa menambahkan bahan-bahan lain seperti susu atau krim ke dalam kopi.



Sumber : female.kompas
the cafe, coffee bean, starbucks

Beberapa Langkah dalam Mencicipi Kopi

Salah satu jenis kopi yang baru hadir di Starbucks Indonesia awal Juli lalu adalah Tanzania Whole Bean Coffee. Kopi Tanzania berasal dari sebuah pertanian kecil di area Mbozi, kawasan Mbeya, sebelah selatan Tanzania, Afrika.

Kopi ini memiliki karakter eksotis dan tropikal, mewakili cita rasa kopi Afrika yang terkenal dengan aroma floral-nya. Terasa ada sedikit rasa black currant dan berry di dalamnya. Rasa asamnya tergolong sedang.

"Tekstur kopinya tidak terlalu berat, sehingga cocok untuk pemula," ujar Sukri, District Coffee Master dari Starbucks, saat memperkenalkan kopi Tanzania di Starbucks fx Plaza, Senayan, Kamis (15/7/2010) lalu.

Jika ingin ingin membandingkan kopi Tanzania dengan kopi Sumatra, misalnya, Anda bisa menganalogikannya dengan air biasa dengan air bersoda (sparkling water). Atau, low fat milk dengan whole milk. Jadi, boleh dikatakan kopi ini lebih ringan daripada kopi Sumatra.

Ketika mencicipi kopi, Anda sebenarnya sedang melakukan perbandingan dengan rasa kopi yang lain. Jika Anda hanya merasakan satu jenis kopi pada satu waktu, akan sulit untuk membandingkannya dengan yang lain. Tetapi jika Anda mencicipi dua atau tiga kopi, Anda bahkan bisa mencicipi aroma, keasaman, kepekatan, hingga cita rasanya.
Untuk mulai mencicipi lebih dari satu jenis kopi, sebaiknya Anda mencoba kopi yang lebih ringan lebih dulu. Berikut langkah-langkah mencicipi kopi:

1. Hirup aromanya. Aroma kopi akan menjadi petunjuk pertama mengenai bagaimana rasa kopi Anda. Bahkan, boleh dibilang sebagian besar indera pengecap Anda sebenarnya datang dari indera penciuman. Itu sebabnya mengapa aroma kopi bisa begitu wangi dan rasanya begitu memuaskan. Sebelumnya, pastikan tidak ada bau-bauan lain yang cukup tajam, sehingga mempengaruhi proses menghirup aroma kopi ini.

2. Seruput sedikit. Buat tarikan yang kuat dari bibir cangkir, dengan jumlah seruputan yang tidak terlalu banyak. Selain tidak akan membuat kopi terasa terlalu panas, slurping kopi seperti ini membuat kopi menyebar ke seluruh rongga mulut. "Slurping-nya harus sampai bunyi, ya," seru barista yang akrab disapa Uki ini.

Ketika Anda meminum kopi, biasanya ada rasa asam yang tertinggal. Dalam konteks kopi, hal ini tidak berarti kopi tersebut asam atau pahit. Keasaman kopi terasa menyengat di langit-langit, dari yang samar hingga yang tajam. Yang juga dapat Anda rasakan dari proses menyeruput ini adalah "ketebalan" minuman pada lidah Anda, dari ringan hingga pekat. Kopi Sumatra adalah contoh kopi yang pekat.

3. Nikmati kopinya. Pada tahap ini Anda bisa merasakan perpaduan dari aroma, keasaman, dan kepekatan kopi, sehingga menciptakan kesan kopi secara keseluruhan. Ketika menyesap jenis kopi tertentu, Anda mungkin akan menangkap cita rasa khusus yang tajam, misalnya sedikit rasa sitrus atau grapefruit. Namun, tidak berarti kopi tersebut "rasa grapefruit". Kopi tetaplah terasa seperti kopi. Itulah keunikannya.

Ada banyak cara untuk menggambarkan cita rasa kopi, dan ketika Anda makin mahir membedakan rasanya, kecintaan akan kopi pasti semakin kuat.



Sumber : female.kompas
the cafe, coffee bean

Antara Jenis Kopi dengan Kepribadian si Peminumnya

Boleh percaya atau tidak, tapi inilah analisis dari pakar dan pimpinan Smell and Taste Treatment and Research Foundation, Alan Hirsch. Kata Allan, jenis minuman kopi yang kita minum bisa mencerminkan kepribadian sekaligus menggambarkan pernyataan sosial yang bersangkutan. Allan membagi enam tipe kepribadian berdasarkan pilihan jenis kopi.

1. Cappuccino mencerminkan pribadi yang menyukai segala sesuatu yang bernilai estetika dan juga kepribadian yang ceria.

2. Kopi hitam menggambarkan pribadi yang ambisius, fokus, pekerja keras, dan senantiasa "diburu-buru" target yang ia tetapkan sendiri. Bicara asmara, peminum kopi hitam adalah tipe pragmatis sehingga butuh usaha ekstra keras untuk memunculkan sisi romantis mereka.

3. Espresso menunjukkan tipe individu yang suka memimpin atau sosok yang selalu perlu kekuatan untuk memompa rasa percaya dirinya. Mereka adalah pekerja keras yang tak lantas menyerah hanya karena pernah gagal. Dalam urusan percintaan, mereka adalah orang yang berpengalaman, selalu menarik di mata lawan jenis, tapi kesetiaannya agak diragukan.

4. Skim latte mewakili pribadi pengayom dan cinta damai.

5. Frappuccino memperlihatkan karakter petualang dan menikmati hidup. Mereka dipenuhi ambisi sehingga selalu berenergi dan optimis, malah tak segan untuk mempertaruhkan segalanya. Sayangnya mereka mudah sekali merasa bersalah karena terlalu membebani diri sendiri. Pasangan yang cocok bagi pecinta frappuccino adalah mereka yang lebih tangguh sehingga bisa mengingatkan dia kapan harus mengerem ambisinya.

6. Iced coffee mencerminkan sosok yang santai, spontan, dan humoris. Biasanya yang bersangkutan memiliki pergaulan luas.

Sumber : female.kompas
the cafe, coffee bean, starbucks

Senin, 11 Oktober 2010

Waktu yang Tepat untuk Menikmati Kopi

Aroma dan rasa kopi favorit memang bisa menenangkan pikiran. Saat pekerjaan sedang menumpuk, kopi bisa mengembalikan semangat. Lalu, kapan saat yang tepat untuk minum kopi ?

- Pukul 07.00
Anda bisa minum kopi pada pagi hari. Kandungan kafein dalam kopi bisa meningkatkan proses metabolime dan bisa membakar 15 hingga 25 kalori. Untuk mendapatkan efek maksimal lebih baik pilih kopi hitam dengan sedikit gula.

- Pukul 09.00
Sebelum rapat dengan atasan atau presentasi di depan klien, Anda bisa minum kopi terlebih dahulu. Menurut laporan dalam European Journal of Social Psychology, konsumsi kafein dalam jumlah yang tidak berlebihan bisa membuat orang lebih terbuka dan persuasif.

- Tengah hari
Jika Anda berencana untuk olahraga sepulang kantor, minumlah kopi saat tengah hari. Hal itu karena kafein bisa memblokir sinyal kelelahan otot, sehingga latihan terasa lebih mudah.

- Pukul 15.00
Saat Anda mulai jenuh dengan pekerjaan di sore hari, minumlah kopi. "Istirahat minum kopi bisa membuat Anda lebih bahagia dan lebih ramah," kata Laura Juliano, Ph.D., seorang peneliti kafein di American University, seperti dikutip dari laman Self.

Tetapi ingatlah jangan terlalu banyak minum kopi. Batasi hanya dua cangkir kopi per hari untuk menghindari kecanduan.


Sumber : vivanews
the cafe, coffee bean, starbucks

Secangkir Kopi Luwak dihargai Sekitar US$50

Salah satu kopi asal Indonesia yang mendunia adalah kopi Luwak. Namun, karena proses pembuatan kopi ini tergolong unik, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana mengeluarkan fatwa tidak halal pada kopi luwak. Pasalnya, kopi yang dihasilkan dari kotoran hewan ini dianggap haram.

Kopi luwak terkenal dengan harganya yang cukup mahal. Jika Anda ingin menyeruput kopi jenis ini di Jakarta, harga bisa ratusan ribu rupiah per cangkir.

Namun, menurut Oprah Winfrey dalam salah satu episode talkshow-nya akhir tahun lalu, di Amerika, secangkir kopi luwak dihargai mencapai sekitar US$50 (sekitar Rp 500 ribu). Dan, dalam kemasan dijual sekitar US$6000 (sekitar Rp 60 juta) per 4,5 kg. Itulah sebabnya kopi ini dijuluki kopi termahal di dunia.

Alasan kopi ini mahal dan istimewa, karena proses menjadi kopinya yang unik. Kopi luwak adalah biji kopi yang ditemukan pada kotoran luwak (Paradoxurus hermaphroditus), sejenis hewan tupai yang banyak hidup di pinggir hutan dekat perkebunan kopi.

Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) disuguhi biji kopi robusta

Secara alamiah, luwak mempunyai insting memilih biji kopi yang benar-benar masak dan patut dimakan. Di dalam pencernaan luwak, biji kopi mengalami reaksi kimiawi dengan enzim pencernaan luwak. Proses inilah yang memberikan rasa berbeda pada kopi luwak.

Nah, dari kotoran luwak tersebutlah biji kopi yang utuh yang akan diproses menjadi kopi luwak. Dan, menjadi secangkir kopi luwak yang nikmat beraroma kuat.

Sumber : kosmo.vivanews
the cafe, coffee bean, starbucks

program “Grounds For Your Garden” Oleh Starbucks


Kedai kopi Starbucks di Jakarta memiliki program “Grounds For Your Garden” yang sudah dijalankan oleh Starbucks di seluruh dunia sejak tahun 1995 yaitu untuk memberikan secara cuma-cuma ampas kopi dari kedai tersebut yang dapat digunakan sebagai media tanam dan pupuk. Ampas kopi di masukkan dalam plastik 2 kg-an dan dapat diambil gratis. Kebetulan foto yang saya ambil ini dari Starbucks di Plaza Senayan, Jakarta. Saya tidak tahu apakah hal ini dilakukan di semua kedai Starbucks yang lain.

Ampas kopi ini dapat menambah asupan Nitrogen, Fosfor dan Potasium (NPK) yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan. Ampas kopi ini dapat ditebarkan di taman dan pot anda sehingga dapat mengeluarkan zat-zatnya secara pelan-pelan. Selain itu ampas kopi juga mengandung magnesium, sulfur dan kalsium yang dapat berguna untuk tanaman.

Program ini akan sangat baik bila dapat diikuti oleh kedai-kedai kopi lainnya karena ampas kopi maupun sisa pembuatan kopi espresso sangat banyak dan sangat disayangkan bila dibuang begitu saja. Selain kedai kopi, banyak perusahaan juga menyediakan kopi sendiri sehingga ampas kopinya dapat dikumpulkan dan diambil oleh karyawan yang mau mengambil. Oleh karena itu, hal ini juga dapat menjadi salah satu program CSR dan juga pelestarian lingkungan untuk reduce, reuse, recycle yang baik untuk perusahaan dan sebagai marketing yang baik untuk kedai-kedai kopi dan restoran juga.

Selain perusahaan, banyak juga orang yang membuat kopi di rumah dan membuang ampas begitu saja. Untuk anda yang suka minum kopi maupun teh dirumah, jangan buang ampasnya, anda bisa langsung campur ampas-ampas tersebut untuk kebun anda. Pastinya anda bisa menghemat membeli pupuk dan rumah akan semakin hijau.


Sumber : akuinginhijau
the cafe, coffee bean

Rabu, 06 Oktober 2010

Datang ke Killiney Kopitiam untuk Sekedar Minum Kopi

Pecinta makan Kota Medan pasti setuju, sekarang sangat menjamur rumah makan/cafe yang menawarkan konsep kopitiam (kedai kopi) klasik khas Malaysia / Singapore. Kenapa khas Singapore atau Malaysia? Bukankah di Indonesia sendiri juga banyak dijumpai warung kopi di setiap persimpangan jalan? Well, kopitiam khas negeri tetangga ini biasanya menyajikan beberapa menu yang tidak dijumpai di kopitiam lokal, seperti teh tarik ataupun the ever famous French Toast.
Dari beberapa kopitiam yang cukup ramai dikunjungi di Medan, kali ini kami akan coba mereview Killiney Kopitiam yang merupakan franchise langsung dari Killiney Singapore. Setelah melihat-lihat menu andalan Killiney melalui official website Killiney Singapore, kita sepakat wajib mencoba Singapore Curry with Rice, Singapore Mee Rebus, and of course Kaya Toast. Killiney Cambridge Mall pun kita tuju, karena Killiney disini tempatnya lebih luas dan tidak seramai Killiney Sun Plaza.
Dari segi interior, atmosfer yang ditawarkan lebih bernuansa moderen dibandingkan klasik. Buat kamu yang lebih memilih suasana unik kopitiam, this is not the place. You should go to QQ Kopitiam or Coffeebox instead. Tapi kabar baiknya adalah, ternyata menu-nya sama dengan yang kami lihat di website sebelumnya. Jadi sudah pasti Curry Rice, Mee Rebus dan Kaya Toast kita pesan dengan tambahan Mammoth Ice Tea Tarik dan Mammoth Ice Milo Tarik. Mammoth here, means Jumbo aka BIG. Gelasnya benar-benar besar, kami sangat puas dengan 2 minuman ini. Satu gelasnya dihargai 17k.
Surprisingly, makanan yang kita pesan juga rasanya lumayan lezat. Curry dengan daging ayam ini punya tekstur kari yang kasar dan kental, berbeda dengan kari khas Medan seperti di RM Tabona. Tekstur-nya yang unik ternyata cocok juga dipasangkan dengan nasi yang disajikan hangat. Porsi ayam-nya walau tidak terlalu banyak, juga cukup memuaskan mengingat harga yang ditawarkan sekitar 20k. Mee Rebus (also 20k) juga dengan porsi ukuran sedang, memiliki tekstur kuah yang kental dan sedikit kasar. Dengan aroma udang dan rempah yang cukup kuat, mee rebus ini pasti cocok dengan pecinta Mie karena rasanya tidak jauh berbeda dengan Mee Rebus khas Medan.
Yang cukup mengecewakan adalah Toast-nya yang menggunakan roti tawar biasa. Bagi kamu-kamu yang pernah merasakan toast khas Singapore pasti tau bahwa roti yang dipakai adalah roti tawar lembut yang lebih tebal dan berongga. Roti tawar biasa yang dipanggang dengan kaya ini menjadi sangat padat dan keras, mengurangi nilai authentic dari toast khas Singapore. Kalau kamu datang ke kopitiam sekedar untuk minum kopi atau teh dan mencicipi toast, ada beberapa kopitiam lain yang menyajikan toast yang lebih baik. Tapi soal rasa makanan, this one is a ‘must try’
Oia, Sekedar info aja nih, kalo di Keliney kopitiam ini hidangannya tidak mengandung babi loch..., jadi temen-temen tidak perlu khawatir untuk menikmati hidangan di cafe ini.
Sadur : makanmana

Minggu, 03 Oktober 2010

“Java Mocha Café dan Resto”


Setiap Café dan resto pasti punya menu andalan yang membuat para penikmat kuliner ketagihan.namun ada yang menarik dari sajian menu khas di Java Mocha Cafe.

Satu keranjang mungil yang berisi banyak macam sampler dari menu khas yang disajikan saat baru saja duduk di kursi yang disediakan tidak hanya jadi pajangan saja. Tapi bisa dinikmati sendir atau barsama teman maupun saudara.

“Onion ring yang renyah, potato wedges yang mengenyangkan, beef sausage yang gurih,chiken spring roll yang mantap, plus moocher bag (kantong pengemis) Siomay yang lezat.Wanna spend some evening with them?” jelas Ita karyawan Java Mocha Cafe dan Resto sambil tersenyum.

Tidak saja menu khas yang disajikan begitu banyak macamnya sehingga membangkitkan selera, suasana di “Java Mocha Café dan Resto”yang berada di Plaza Tunjungan II di lantai satu membuat kita betah duduk berlama-lama.

Selain pada lokasi yang strategis, fasilitas Free Wifi yang ada di “Java Mocha Cafe dan Resto mennenagkan pengunjung yang hobi ber-Facebook ria.

Sumber      : metrogaya
Lihat juga  : the cafe , coffee bean , Starbucks

Rabu, 29 September 2010

Tengku Ibrahim Aman Samsir, Penemu Kopi Ateng Jaluk

Tidak ada yang tidak mengenal nama Tengku Ibrahim Aman Samsir. Penduduk Jaluk Kecamatan Ketol yang kini berusia 89 tahun. Namanya pernah dibicarakan petani kopi Takengon dan Bener Meriah yang berjmulah ratusan ribu orang.

Bahkan rumah dan kebun Tengku Ibrahim yang terletak di Jaluk setiap hari ramai dikunjungi petani dari antero Takengon dan Bener Meriah mencari bibit kopi Ateng yang sudah berbuah di usia 1 tahun dengan tinggi batang kurang dari satu meter.

Kopi Ateng Jaluk bahkan dibawa ke , Jawa, Sumatera , Kalimantan hingga ke Belgia. Itulah sepenggal kisah tenarnya Tengku Ibrahim Aman Samsir, lelaki berperawakan kecil, berkulit gelap dan murah senyum.Orang yang pertama sekali menemukan sebuah varitas kopi yang berbuah di usia satu tahun dengan jumlah buah yang melimpah dan batangnya pendek. Kopi ini kemudian diberi nama Ateng Jaluk, dari jenis Arabika atau Catimor Jaluk. Sejak tahun 1980 hingga kini.

Tidak sulit mencari Tengku Ibrahim Aman Samsir di Kampung Jaluk. Dia sudah sepuh (tua). Badannya kurus. Tapi ingatannya masih kuat. Nada bicaranya jelas dan suka melucu.Saat tertawa, matanya mengecil , hidungnya tampak semakin mancung, gusinya terlihat kosong, sepeti gusi bayi. Giginya sudah tanggal .

Kerut-kerut diwajahnya tergambar jelas. Rahangnya menonjol .Tampak dia seorang pekerja keras. Kulitnya legam dibakar matahari. Tapi senyum dan tawanya lepas tanpa beban.

Walau kulitnya hitam, tampak bersih dan meneduhkan. Dari kalimatnya, tampak sekali Tengku Ibrahim dekat dengan Sang Khaliq. Saat saya dan Khalisuddin menjambangi rumah sederhananya, Minggu (8/11). Rumahnya terbuat dari papan seperti rumah petani kebanyakan yang sangat sederhana. Berukuran sekitar lima kali sepuluh meter.

Tidak ada peralatan mewah, kecuali sebuah kenderaan roda dua yang sudah tua mereka Honda. Di ruang tamu tampak sebuah tempat tidur tanpa kasur. Kami duduk di sofa tua. Tengku Ibrahim ditemani seorang dari 15 cucunya bernama Yusuf berusia sekitar enam tahun yang menggantungkan ketapel di lehernya.

Setelah membalas salam dan bersalaman. Kami memperkenalkan diri. Tengku Ibrahim Aman Samsir mengenakan selop Setelah membalas salam dan bersalaman. Kami memperkenalkan diri. Tengku Ibrahim Aman Samsir mengenakan selop merek Lily, sandal pavorit orang tua. Berwarna biru. Berbahan plastic dengan dua tali.

Bajunya, baju koko yang dilipat hingga dibawah siku dan memakai sarung. Di kepalanya sebuah kopiah berwarna hitam berbahan beludru tampak tak lekang meski sudah tampak lusuh.

Sambil mengeluarkan plastic putih ukuran satu ons dari kantungnya yang berisi tembakau dan daun nipah, Tengku Ibrahim Aman Samsir, memulai kisah penemuan kopi Ateng Jaluk yang telah mengantarkan puluhan atau bahkan ratusan petani kopi ke Mekah menunaikan rukun Islam kelima.Tapi Tengku Ibrahim Aman Samsir belum haji, meski sangat memimpikannya.

Menurut Tengku Ibrahim Aman Samsir, penemuan varitas kopi Ateng Jaluk terjadi secara tidak sengaja. Di tahun 1980, Dinas Perkebunan membuat pembibitan kopi Tim-tim di Simpang Juli Angkup.

“Pak Wahab, pegawai Dinas Perkebunan membagikan bibit kopi Tim-tim kepada petani di Jaluk. Jumlahnya 2000 batang untuk satu hektar. Sebelum bibit Tim-tim dibagikan, petani sudah menanami kebunnya dengan kopi arabika yang berasal dari Burni Bius dan Belang Gele”, ujar Tengku Ibrahim Aman Samsir seraya menarik asap rokoknya dalam-dalam.

Saat mengisap rokok, pipinya tampak peot dan tulang rahangnya semakin menonjol. Setelah kopi yang dibagikan Disbun berumur dua tahun, disalah satu bagian kebunnya yang tidak jauh dari rumahnya di pinggir jalan Buntul Jaluk, Tengku Ibrahim melihat sebuah batang kopi yang berbeda dengan kopi lainnya.

“Batangnya pendek, sudah berbuah. Dengan jumlah buah yang banyak dan rapat setiap tungkunya. Seperti buah kopi Robusta”, kata Tengku Ibrahim Aman Samsir. Karena merasa kopi tersebut luar biasa dan berbeda dengan varitas kopi yang telah ada selama ini dimana usia tiga tahun kopi baru berbuah, Tengku Ibrahim Aman Samsir coba mengambil buah kopi yang masak.

“Awalnya saya kira buahnya yang masak tidak berbiji. Tapi ternyata bijinya normal seperti kopi lainnya”, papar Bapak dari Samsir, Narmi, Gazali, Zamli dan M Jamil ini.Tengku Ibrahim Aman Samsir .

Tengku Ibrahim Aman Samsir masih merahasiakan penemuan kopi yang dianggapnya unggul tersebut. Setelah memetik buah kopi yang masak. Suami dari Aisyah yang kini sudah wafat ini, coba menyemainya langsung didekat kopi Ateng yang pertama sekali ditemukannya itu.

“Biji kopi Ateng yang saya semai itu tumbuh normal namun habis diseruduk babi yang mencari cacing disana. Saat itu saya berada di Ketol menunggui buah durian yang sedang berbuah”, sebut Tengku Ibrahim Aman Samsir.

Tidak putus asa, Tengku Ibrahim Aman Samsir kembali menyemai buah kopi dari batang kopi Ateng yang saat itu masih sebatang saja. Setelah bibit kopi tumbuh, mulailah warga sekitar Kampung Buntul Jaluk meminta bibit kopi yang dianggap luar biasa tersebut.

“Ada yang hanya minta dua bibit, lima batang bibit hingga seratus batang. Di tahun 1987, informasi tentang kopi Ateng Jaluk sudah tersebar luas”, papar Tengku Ibrahim Aman Samsir.

“Nama kopi Ateng diberikan warga yang datang meminta bibit. Karena masih kecil sudah berbuah, orang menyebutnya Kopi Ateng Jaluk”, kenang Ibrahim Aman Samsir tentang nama “Kopi Ateng Jaluk” yang kemudian menjadi nama yang dipakai untuk kopi ini hingga saat ini.

Ditahun 1988, hampir semua pekebun kopi Aceh Tengah dan Bener Meriah sudah menanam kopi Ateng Jaluk. Ada kisah menarik yang diceritakan Ibrahim Aman Samsir. Seorang warga yang telah meminta bibit kopi Ateng mengadu kepada Ibrahim Aman Samsir. Benih kopi Ateng Jaluk yang disemai di bedengan di kebun warga tersebut, hilang dicuri orang.

Dengan kemurahan hatinya, Tengku Ibrahim Aman Samsir mengganti bibit warga yang dicuri orang tersebut seraya berkata, “ yang dicuri orang itu punya saya. Ini saya berikan gantinya”, kata Tengku Ibrahim Aman Sasir sambil tertawa lepas.

Warga atau petani yang terus mendatangi rumah dan kebunnya untuk mencari bibit kopi Ateng Jaluk kala itu menghargai sendiri bibit kopi Ateng yang dimiliki Tengku Ibrahi Aman Samsir dalam bentuk biji.

“Warga sendiri yang menghargai perbambu kopi Ateng untuk bibit Rp.25 ribu. Saya tidak pernah mematok harganya. Terserah keikhlasan. Banyak juga yang tidak memiliki uang tapi bibit kopi tetap saya berikan”, ujar Tengku Ibrahim Aman Samsir.

Dalam kesederhanaanya, Tengku Ibrahim Aman Samsir tidak lantas lupa diri. Dia biasa saja. Perubahan ekonomi secara drastic tidak tampak pada Tengku Ibrahim Aman Samsir. Kebanyakan kopi Ateng Jaluk yang ditemukan dan dikembangkannya , kebanyakan memang diminta petani sepertinya tanpa patokan harga atau jual beli.

Seiring perjalanan waktu dan perkembangan penyebaran kopi Ateng Jaluk diantero Datarn Tinggi Gayo, Takengon, Bener Meriah dan Gayo Lues, tetangga Tengku Ibrahim Aman Samsir kerap bercerita kepadanya yang menceritakan kopi Ateng Jaluk temuan Tengku Ibrahim Aman Samsir yang dinilai sangat membantu petani karena setahun sudah panen.

‘Ada warga atau petani yang mengucapkan rasa terima kasihnya kepada saya dan berpamitan naik haji dari kebun kopi Ateng yang mereka tanam.”Allah yang mengembangkannya. Tidak bisa kita batasi”, sebut Tengku Ibrahim Aman Samsir sambil tersenyum lepas.

Dijelaskan Tengku Ibrahim Aman Samsir, berdasarkan pengalamannya menanam kopi Ateng, kopi Ateng sebaiknya ditanam tidak lebih dari 10 tahun saja. Dengan jarak tanam 1 X 1 meter. Kemudian diganti lagi dengan tanaman baru. “Jika lebih dari 10 tahun, buahnya tetap banyak namun lebih kecil bijinya”, papar Tengku Ibrahim Aman Samsir.

Karena berusia setahun sudah panen, menurut Tengku Ibrahim Aman Samsir, banyak petani kopi yang mampu membayar hutang dengan menanam Kopi Ateng Jaluk.Umumnya kopi ini ditanam di bukaan lahan kopi yang baru ditebang (hutan) atau dibekas hutan yang sudah ditebang lama yang sudah ditumbuhi rumput atau ilalang (tamas mude).

Jika selama ini berbagai varitas kopi yang ditanam petani umumnya baru mulai berbuah setelah ditanam tiga tahun. Hadirnya kopi Ateng Jaluk yang tumbuh ditanah kebun Tengku Ibrahim Aman Samsir yang kemudian diperbanyak dan disebarnya, telah membuat petani dapat menghasilkan uang dari kopi tidak lebih dari setahun.

Jauh hari sebelum Tengku Ibrahim menemukan kopi Ateng Jaluk. Suatu ketika saat berada di kebun kopinya yang sebagian ditanam kopi Robusta sedang berbuah lebat. Tengku Ibrahim melihat buah kopi Robusta yang tiap ruasnya dipenuhi puluhan buah kopi dengan jarak tungku yang rapat.

“Ah , seandainya ada kopi arabika yang berbuah seperti kopi robusta, petani pasti lebih sejahtera” guman Tengku Ibrahi seolah berbicara pada dirinya sendiri seraya mengamati kopi Robusta.

“Tidak lama kemudian apa yang saya pikirkan diijabah Allah”, ungkap Tengku Ibrahim Aman Samsir. Meski berhasil mengembangkan kopi catimor Ateng Jaluk, Tengku Ibrahim Aman Samsir yang kini berusia 89 tahun, terlihat low profile dan sederhana sekali, seperti kebanyakan petani kopi yang masih miskin.

Atas semua usaha itu, Pemda pernah memberinya uang Rp.4 juta dan sebuah piagam penghargaan yang dikeluarkan Kepala Dinas Perkebunan. Itu saja , tidak lebih. Lelaki sepuh yang pernah menjadi tentara DI (Daru Islam) ini masih menyimpan obsesi menunaikan haji, rukun Islam kelima.

Tengku Ibrahim Aman Samsir mengantar kami ke batang kopi Ateng Jaluk pertama tumbuh di kebunnya , tidak jauh dari rumahnya. Persis di samping Mesjid Baitul Hikmah. Pohon Ateng Jaluk pertama tumbuh ini masih menghasilkan meski telah berusia 29 tahun. Kopi ini sudah ditumbuhi lumut.

Dan Tengku Ibrahim Aman Samsir masih menyimpan mimpi naik Haji. Adakah dermawan Aceh yang bisa mewujudkan mimpi petani pedalaman Aceh Tengah di Kampung Buntul Jaluk itu?, waktu jua yang menjawabnya.




Sumber    : kenigayo
lihat juga :
the cafe
coffee bean
starbucks

Warung Kopi Punya Dua Nyonya Wangi

Jakarta - Di ujung Jalan Cikini Raya, tidak jauh dari gedung Kantor Pos berarsitektur djadoel yang masih cukup terawat, ada satu deretan ruko bertingkat dua yang tidak kalah djadoel. Sudah lama saya bermimpi bahwa deretan ini akan dipugar oleh Pemerintah DKI dan dikonversi menjadi pre-theater dining zone.

Sebelum menonton berbagai pentas di Taman Ismail Marzuki, orang dapat makan malam dengan nyaman di sini. Sesudah pentas, mereka pun dapat kembali di sini untuk santai ngopi dan kongkouw. Supaya mirip seperti pre-theater dining zone di sekitar Broadway, New York City.

Untungnya, sebagian ruko itu kini memang sudah diubah menjadi tempat-tempat makan maupun nongkrong yang cukup cozy. Setidaknya, sudah ada tiga tempat untuk ngopi di situ. Pendahulunya adalah Bakoel Koffie yang legendaris, sedangkan yang terbaru adalah Dua Nyonya.

Dua Nyonya - konon karena memang dimiliki oleh dua orang nyonya yang cukup high profile - sebenarnya adalah sebuah butik batik yang disekat sebagian untuk menjadi rumah makan dan warung kopi. Sambil menunggu makanan disiapkan, kita bisa tengok-tengok ke butik yang menjual berbagai busana batik menarik.

Tempatnya kecil, ditata apik, sehingga terasa cozy. Hidangannya pun terfokus pada beberapa jenis masakan Indonesia. Semuanya dengan harga yang terjangkau.

Hidangan pembukanya - atau bisa juga dipesan sebagai cemilan makanan ringan untuk mendampingi minuman panas maupun dingin - antara lain adalah: tahu kipas, tempe mendoan, bakwan jagung, martabak mini, tahu petis, dan kentang goreng. Semuanya dalam kisaran harga Rp 15-20 ribu saja.

Hidangan utamanya terfokus pada individual platter dengan nasi sebagai karbohidrat. Ada nasi bakar dengan lauk dendeng batokok, ikan asin cabe hijau, atau peda daun melinjo dengan harga sekitar Rp 30 ribu.

Nasi rames, nasi ayam padeh, nasi rawon, nasi ayam woku, dan berbagai paket nasi dan lauk rata-rata berharga Rp 30 ribuan. Nasi ramesnya cukup mengesankan. Disajikan dengan tempe mendoan, ayam goreng kremes, sate udang, sayur lodeh, krupuk, dan sambal trasi goreng yang sungguh nendang.

Bila datang bersama beberapa teman dan memilih "makan tengah", pilihannya adalah ikan bakar, gado-gado, tumis tauge atau kangkung yang dapat di-share bersama. Pilihan lain adalah nasi goreng, spaghetti bolognaise, atau mi ayam. Hidangan termahal di sini adalah sop buntut (Rp 50 ribu), sesuai dengan harga bahan pokoknya yang memang mahal.

Sajian kopi Dua Nyonya memang belum dapat mengalahkan tetangganya dalam konteks keragaman. Tetapi, setidaknya, di sini ada pilihan kopi single origin dari Jawa, Lampung, dan Toraja. Bukan hanya kopi tubruk, di sini pun Anda dapat memesan berbagai seduan kopi, seperti: espresso, macchiato, cappuccino, dan lain-lain.

Supaya orang dapat berlena-lena sambil minum kopi, Dua Nyonya juga menyediakan fasilitas WiFi gratis. Mau berselancar di Internet, buka dan kirim surel, atau Twitter-an? Monggo. Jangan lupa pesan pisang bakar, singkong goreng, atau serabi, supaya makin asyik nongkrong di sini. Pilihan makanan ringan lainnya adalah berbagai jenis pempek (adaan, lenjer, kapal selam) yang boleh tahan.

Dua Nyonya
Jl. Cikini Raya 27
Jakarta Pusat




Sumber     : detikfood
Lihat juga :
cofee bean

starbucks
the cafe

"6 FAKTOR PENTING INI UNTUK MENDAPATKAN MINUMAN KOPI YANG JAUH LEBIH NIKMAT”


Apa yang ada dalam benak anda ketika mendengar kata kopi? Ya, kopi adalah salah satu minuman yang paling digemari di dunia. Jika anda adalah salah satunya, maka anda harus memperhatikan faktor-faktor berikut jika anda ingin menghasilkan sajian kopi yang nikmat.

-Faktor pertama : Kualitas biji kopi

Tentu kualitas kopi tidak akan terlepas dari biji kopi yang dipergunakan. Kualitas biji kopi tergantung pada kombinasi beberapa faktor, di antaranya selang waktu antara penggilingan dan pemanggangan. Semakin cepat biji digiling setelah dipanggang akan semakin baik karena bila terlalu lama akan mengurangi kualitas kopi. Tapi hal ini bisa diminimalisir jika Anda menyimpannya dengan tepat.

-Faktor kedua : Kualitas air

Selain biji kopi, kualitas air juga sangat menentukan kualitas kopi yang dihasilkan karena 98% penyusun kopi adalah air. Oleh karena itu, Anda perlu tahu ciri-ciri air yang berkualitas baik. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah bahwa air harus terbebas dari kontaminan, ketidakmurnian, kandungan mineral tinggi, tingkat keasaman (pH) yang tidak sewajarnya, bau, dan sebagainya.

-Faktor ketiga : Proporsi

Proporsi antara biji kopi dan air akan menentukan kadar kepekatan kopi. Setelah diadakan penelitian, ternyata banyak orang yang menyukai perbandingan 10 g kopi (2 sendok makan) dengan 180 ml air. Utk classic drip, gunakan 2 sdt (sendok the) dengan air panas sebanyak 1 cup-nya classic drip.

Jika anda lebih menyukai kopi yang kurang pekat, maka pergunakanlah rasio kopi : air yang lebih rendah. Namun, bila kopi yang lebih pekat menjadi pilihan anda, maka pergunakanlah rasio kopi : air yang lebih tinggi. Dengan memodifikasi rasio ini, anda dapat menentukan kepekatan kopi ideal yang anda inginkan.

-Faktor keempat : Penggerusan

Pastikan anda menggerus kopi secara optimal karena air panas akan mengekstrak jumlah ideal elemen kopi dan proses pemasakan yang terjadi juga ideal, serta menghasilkan aroma dan rasa yang mantap. Jangan menggerus kopi lebih kasar atau lebih halus dari tingkat optimalnya karena keduanya akan mengurangi rasa dan aroma kopi. Kopi yang digerus lebih kasar daripada optimalnya akan menghasilkan ekstraksi yang buruk, sedangkan kopi yang digerus lebih halus daripada optimalnya akan terjadi kelebihan ekstraksi sehingga menghasilkan rasa yang pahit.

-Faktor kelima : Suhu

Pastikan anda menyeduh kopi dengan waktu yang sesuai dan pada selang waktu yang sesuai pula (jika Anda menggunakan coffee maker). Biasanya, suhu optimal pemasakan kopi adalah sekitar 92-96 oC. Sedikit modifikasi suhu (2-3 oC) mungkin lebih baik untuk beberapa jenis kopi, atau beberapa orang yang memiliki selera agak berbeda dari biasanya. Satu hal yang harus Anda perhatikan selama proses pembuatan sajian kopi adalah kestabilan suhu. Ketidakstabilan suhu pada espresso maker merupakan salah satu alasan kenapa rasa espresso jadi tidak enak. Kisaran suhu selama proses hendaknya tidak lebih dari beberapa derajat karena kisaran suhu lebih banyak akan mengakibatkan ekstraksi berjalan tidak optimal.

-Faktor keenam : Mesin kopi (coffee machine) dan cangkir

Mesin memegang peranan yang penting dalam pemasakan kopi sehingga anda harus menjamin bahwa mesin anda berkualitas baik. Mesin tersebut dicirikan dengan kemampuannya untuk menjaga kestabilan suhu. Selain itu, mesin harus dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama dengan sedikit perawatan. Jangan lupa untuk melakukan perawatan dan pembersihan rutin mesin Anda agar mesin anda dapat terus bekerja optimal selama bertahun-tahun.

Ingatlah bahwa mesin yang bersih memberikan rasa kopi yang lebih enak daripada mesin yang kotor. Jangan sembarangan menggunakan produk pembersih, pergunakan hanya yang direkomendasikan untuk mesin anda.

Setelah kopi selesai dimasak, maka penyajian kopi harus memperhatikan cangkir kopi yang dipergunakan. Cangkir kopi yang ideal harus memiliki diameter yang cukup sehingga aroma dapat mencapai hidung. Hal ini karena aroma merupakan faktor utama yang mempengaruhi indera perasa.

Selain itu, cangkir kopi yang Anda pergunakan juga harus mampu menjaga suhu kopi tetap panas untuk waktu yang cukup lama. Anda bisa menyiapkan cangkir porselen karena kemampuan insulasi suhunya. Bila Anda menghendaki, anda juga dapat menyiapkan cangkir yang terbuat dari baja tahan karat atau yang berdinding gelas ganda, yang tentunya memiliki kemampuan insulasi yang lebih baik.




Sumber     : biji-kopi
Lihat juga :
the cafe
coffee bean
starbucks

Jangan Pernah Abaikan 3 Karakter Penentu Kualitas Biji Kopi


Kualitas biji kopi merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan rasa sajian kopi yang dihasilkan. Tahukah anda bahwa ada tiga karakter yang terdapat dalam biji kopi dan menjadi penentu kualitasnya? Jika anda mengaku sebagai penggemar kopi, maka informasi berikut sangat berharga bagi anda.

# Karakter pertama : Keasaman

Jika anda penikmat kopi, maka keasaman atau asiditas adalah karakter yang berhubungan dengan kecerahan kopi dan memberikan sensasi rasa yang lebih ’hidup’ di bagian tepi lidah anda. Karena itu, biji kopi yang baik memiliki keasaman namun dengan tingkatan yang rendah. Keasaman yang terlalu tinggi menyebabkan sajian kopi yang dihasilkan terlalu asam dan hal ini menyebabkan sajian kopi yang dihasilkan tidak lagi terasa nikmat.

Tingkat keasaman kopi ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah tempat tumbuh tanaman kopi dan pengolahan kopi. Kopi yang ditumbuhkan di dataran tinggi yang kaya akan mineral gunung berapi akan memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Terkait dengan pengolahan biji kopi, kopi yang diolah secara basah memiliki tingkat keasaman lebih tinggi secara signifikan daripada yang diolah secara kering. Selain itu, tingkat keasaman kopi juga tergantung pada tingginya suhu pemanggangan, jenis pemanggang, dan metode pemasakan.

#Karakter kedua : Aroma

Saat anda menikmati kopi, maka anda akan menyadari bahwa aroma kopi merupakan karakter yang terpenting untuk spesifisitas kopi. Setiap jenis kopi memiliki memiliki atribut yang dapat menstimulasi indera penciuman, tak terkecuali kopi instan. Akan tetapi kopi instan sudah tidak lagi memiliki senyawa volatil yang menyebabkan penurunan dramatis sensasi rasa keseluruhan.

Aroma kopi yang diterima oleh indera kita terjadi melalui dua mekanisme, yaitu langsung dipersepsi oleh hidung ketika kita mencium aromanya sebelum kita meminum kopi dan secara retronasal. Mekanisme kedua terjadi bila kopi telah berada di mulut atau telah ditelan dan senyawa volatil yang terdapat pada kopi menguap ke atas memasuki saluran nasal.

Tahukah anda bahwa jumlah senyawa volatil yang ditemukan di kopi semakin meningkat setiap tahun? Jika saat ini jumlah senyawa volatil pada kopi menembus angka 800, bukan tidak mungkin jika di tahun-tahun mendatang jumlah ini akan meningkat terus. Wow, bagaimana bisa? Ya, hal ini seiring dengan bertambahnya waktu, maka metode analisis senyawa volatil semakin akurat dan sensitif. Oleh karena itu, dengan metode yang dikembangkan saat ini, ada kemungkinan masih ada senyawa yang belum teridentifikasi dan mungkin sudah menguap pada saat diekstrak.

#Karakter ketiga : Body

Karakter ketiga penentu kualitas kopi adalah apa yang disebut sebagai body kopi. Body merupakan ”rasa mantab” pada kopi yang dapat anda rasakan dengan membiarkan kopi tetap berada di lidah dan menggosokkannya dengan langit-langit mulut. Body berkisar dari yang ringan hingga berat dan dipengaruhi pemanggangan kopi. Kopi yang dipanggang secara medium dan pekat akan memiliki body yang lebih berat dibanding dengan kopi yang dipanggang ringan.




Sumber     : biji-kopi
Lihat juga :
the cafe
coffee bean
starbucks

Proses Pengolahan Kopi Sebelum di Tuangkan Kedalam Cangkir - 1

Jika anda mengira bahwa biji kopi mudah didapatkan, maka anda harus mengubah pemikiran anda! Biji kopi ternyata memiliki proses yang panjang sebelum siap untuk digiling. Hal ini karena kopi baru bisa menjadi komoditas perdagangan jika buah dan selaputnya telah dihilangkan sehingga hanya tertinggal bijinya. Metode pemrosesan kopi di seluruh dunia telah berkembang dan setidaknya ada tiga metode yang dikenal, yakni metode pemrosesan basah, kering, dan semi kering.
Metode Pemrosesan Basah

Metode ini merupakan metode yang paling umum dipergunakan dalam pemrosesan kopi, terutama untuk kopi premium. Buah kopi yang telah dipanen dikumpulkan, kemudian diseleksi dengan meletakkannya di dalam air. Keberadaan buah di dalam air menjadi penentu kualitas awalnya. Bila buah mengapung di permukaan air, maka buah memiliki kualitas yang jelek. Sebaliknya, bila buah tenggelam di dasar air, maka hal ini berarti buah berkualitas baik.

Buah yang berkualitas baik menjalani prosedur selanjutnya, yaitu penghilangan kulit buah dan selaput buah. Proses ini dilakukan dengan mesin dan tetap dilakukan di dalam air. Sekalipun telah berhasil menghilangkan sebagian besar komponen penyelubung biji, namun selaput biji terkadang masih menempel dan harus dihilangkan.

Dua cara yang ditempuh untuk tujuan tersebut adalah dengan fermentasi mikroba dan dengan mesin. Proses fermentasi melibatkan mikroba yang mensekresi enzim selulase dan dapat mendegradasi selulosa yang terkandung dalam selaput biji. Dengan pemrosesan yang dibantu oleh mesin, fermentasi tidak dipergunakan, tetapi pengelupasan selaput biji dilakukan oleh mesin. Setelah selaput dihilangkan, yang tersisa adalah biji yang dikelilingi 2 lapisan tambahan, kulit perak dan parchment.

Setelah diperoleh biji kopi, maka langkah selanjutnya adalah mereduksi kandungan air pada biji kopi sehingga hanya tersisa 10% agar stabil. Untuk maksud tersebut, biji kopi dapat dikeringkan di bawah sinar matahari hingga kadar airnya mencapai 12%, kemudian pengeringan disempurnakan dengan mesin, sehingga kadar airnya hanya mencapai 10%.
pengelolaan kopi

pengelolaan kopi semi kering

Satu hal yang harus diingat, bahwa biji yang dikeringkan di bawah sinar matahari harus digaruk setiap enam jam untuk memastikan bahwa pengeringan merata. Pengeringan yang merata akan menjamin jamur tidak dapat tumbuh. Pengeringan total dengan mesin hanya dilakukan jika kelembaban terlalu tinggi sehingga biji tidak dapat kering.
Metode Pemrosesan Kering

Metode pemrosesan kering merupakan metode paling tua dalam sejarah manusia untuk memproses kopi. Prosedur yang dilakukan

cukup sederhana yakni hanya mengeringkan buah kopi di bawah sinar matahari. Setelah itu, selaput dan parchment dihilangkan dari biji kopi.
Metode Pemrosesan Semi kering

Metode lain yang dianggap sebagai hasil teknologi silang antara dua metode lainnya adalah metode pemrosesan kopi semi kering. Daerah-daerah yang mempergunakan metode ini antara lain Brazil, Sumatera, dan Sulawesi. Buah kopi dialirkan melewati kawat kasa untuk menghilangkan kulit dan sebagian selaput seperti yang terdapat dalam metode

pemrosesan basah, tetapi hasilnya tidak melalui fermentasi atau pengelupasan lebih lanjut, tetapi hanya dikeringkan langsung di bawah sinar matahari.




Sumber     : biji-kopi
Lihat juga :
the cafe
coffee bean
starbucks

Proses Pengolahan Kopi Sebelum di Tuangkan Kedalam Cangkir - 2

Pemrosesan kopi belum berakhir dengan dihasilkannya biji kopi. Beberapa perlakuan tambahan harus diberikan untuk manghasilkan biji kopi yang sesuai dengan permintaan pasar. Berikut adalah perlakuan-perlakuan tersebut :

*Pemberian peringkat hasil sortir

Pemberian peringkat penting agar masyarakat bisa memilih kualitas biji kopi seperti apa yang diinginkan. Hal ini diawali dengan seleksi biji kopi hijau secara manual atau mesin untuk menghilangkan debris dan biji yang jelek. Setelah itu, kopi digolong-golongkan berdasarkan ukurannya dan diberi label AB atau AA.

*Pemolesan biji

Pemolesan biji kopi dilakukan untuk menghilangkan kulit perak yang terkadang masih menempel pada biji kopi. Tanpa adanya kulit perak, maka peningkatan kualitas penampilan biji kopi hijau dapat dicapai. Selain itu, keberadaan kulit perak tidak disukai konsumen karena dapat membentuk hasil samping pada saat biji kopi dipanggang, yaitu yang disebut dengan chaff.

*Penyimpanan biji kopi dalam kantong

Bila belum segera dipanggang, maka biji kopi harus disimpan dengan benar agar kualitas biji stabil. Penyimpanan dilakukan dengan menempatkan biji pada kontainer yang berventilasi dan dapat menjamin biji kopi tetap kering dan bersih, misalnya kantong fiber.

*Penuaan

Beberapa kalangan masyarakat menyukai cita rasa kopi yang terpapar udara laut dalam jangka waktu yang lama. Hal ini diawali dari jaman dahulu ketika kopi harus diimpor dari tempat yang jauh dan harus menempuh pelayaran yang panjang. Hasilnya, cita rasa kopi termodifikasi akibat paparan udara laut dan ternyata banyak disuka. Pada saat teknologi semakin canggih dan terbukanya jalur-jalur perdagangan sehingga pelayaran tak lagi lama, ternyata banyak orang menginginkan cita rasa kopi seperti sedia kala. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, para pedagang menyimpan biji kopi di gudang pelabuhan yang cukup terbuka selama kurun waktu yang cukup lama, yakni selama 5 atau enam bulan sehingga biji kopi akan terpapar pada udara laut. Perlakuan ini disebut dengan penuaan (aging).

*Dekafeinasi

Kafein merupakan salah satu senyawa dalam kopi yang terkadang kurang diinginkan oleh sebagian pecinta kopi. Senyawa ini bisa dikurangi melalui proses dekafeinasi. Dekafeinasi dilakukan sebelum pemanggangan kopi.

Ada dua prosedur dekafeinasi yang biasanya dilakukan. Metode pertama adalah dekafeinasi melalui ekstraksi dengan karbon dioksida superkritis. Biji kopi hijau yang telah dilembabkan dipapar dengan karbon dioksida dalam jumlah besar (karbon dioksida dijaga pada tekanan 28 MPa dan suhu antara 90 and 100 °C). Prosedur ini dapat menghilangkan sekitar 97% kandungan kafein biji. Kafein kemudian dilepaskan dari karbon dioksida dengan sistem adsorpsi karbon aktif.

Metode lainnya adalah ekstraksi pelarut. Pelarut yang dipergunakan biasanya adalah minyak yang diekstrak dari kopi panggang atau etil asetat. Ekstraksi kafein dilakukan dengan menambahkan pelarut pada biji kopi. Setelah prosedur ekstraksi, biji dipindahkan dari pelarut kemudian diuapkan untuk menghilangkan residu pelarut pada biji kopi. Pelarut dapat dipergunakan kembali jika kafein telah dilepaskan.





Sumber     : biji-kopi
Lihat juga :
the cafe
coffee bean
starbucks

Selasa, 28 September 2010

Yuk, Ngopi dan Ngobrol di 'Indonesian Coffee Tasting'


Jakarta - Anda termasuk penggemar kopi? Seberapa jauh kenal dengan kopi Indonesia? Di acara ini semua soal kopi dibahas bersama sang ahli. Mulai dari jenis biji kopi, proses roasting hingga penyajiannya. Tentu saja dilengkapi dengan cicip-cicip kopi asli Indonesia. Pastikan nama Anda terdaftar di acara ini!

Kopi Indonesia memiliki reputasi bagus di dunia dengan menduduki peringkat keempat produksi kopi dunia. Iklim dan kondisi tanah yang bagus membuat Indonesia ternama dengan biji kopi berkualitas terbaik di dunia. Namun, sayang tak banyak orang mengenal jenis kopi asli Indonesia. Dari kopi Jawa, Bengkulu hingga Papua.

Karena itulah kami ingin mengajak Anda untuk mengenal kopi Indonesia secara lengkap. Daerah-daerah penghasil biji kopi di tanah air, jenis biji kopi terbaik hingga ciri khas rasa dan aroma tiap biji kopi dari tiap daerah.

Anomali Coffee yang ternama karena menu kopi asli Indonesia, memberi dukungan penuh pada kami untuk mengungkap segala hal tentang kopi Indonesia. Seorang pencinta kopi, Adi Taroepratjeka, juga akan membagi ilmu dan pengalamannya tentang kopi Indonesia.

Tiap jenis biji kopi dari tiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas. Untuk mengenal lebih dekat tentang kopi Indonesia, Adi Taroepratjeka akan membeberkan jenis-jenis biji kopi di dunia dan Indonesia. Dilengkapi pula dengan info lengkap soal cara roasting yang benar dan grinding yang tepat pula.

Produk kopi sudah berkembang menjadi bagian gaya hidup. Beragam jenis racikan kopi yang populer di kafe-kafe akan dituturkan lengkap oleh Irvan Helmi, pemilik Anomali Cafe. Jenis mesin kopi yang biasa dipakai dan seni pemyajikan kopi berkrim akan dibeberkan lengkap.

Dalam acara ini Anda bebas bertanyajawab dan berbagi info atau pengalaman seputar kopi. Ada tiga jenis kopi asli Indonesia yang bakal disuguhkan sebagai tasting. Para ahli kopi akan membimbing Anda mengenali dan mencicipi kekayaan rasa dan aroma tiap jenis kopi.

Acara akan ditutup dengan menikmati sajian kopi yang trendy bersama kue-kue asli Indonesia. Jika Anda mengaku pencinta kopi dan mencintai Indonesia, segera catat tanggalnya: Sabtu, 23 Oktober 2010, pukul 14.30-18.00, Anomali Coffee, Setaibudi One, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.





Sumber     : detikfood
Lihat juga :
the cafe
coffee bean
starbucks