Pages

WELCOME TO MY BLOG
Tampilkan postingan dengan label Sushi tei. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sushi tei. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Maret 2011

tips buat menyantap sushi

pernah kah di ajak makan sushi, dan merasa canggung jika ingin memakan.., ada tips untuk tidak canggung untuk menyantap sushi memang sebagian menyantap sushi memiliki cara tersendiri bagi sebagian orang di indonesia! ada cara yang praktis untuk dilakukan : 

1. luangkan waktu untuk berlatih memakai sumpit dirumah
    Kebiasan memakai sumpit memang harus dipupuk sejak kecil. Akan tetapi jika Anda memang tidak terbiasa menggunakan benda ini, Anda bisa menggunakan tangan langsung untuk menyantap sushi.

2. Pada restoran sushi tradisional, biasanya pelayan akan datang membawa sebuah oshibori (handuk hangat) begitu Anda duduk di kursi Anda. Lap tangan Anda dengan handuk ini sebelum menyentuh makanan. Ada restoran-restoran yang menyediakan handuk ini di sudut restoran dan tidak menawarkannya pada pengunjung jadi Anda diharapkan sadar dan menyeka tangan Anda sendiri sebelum memulai acara makan.

3. Jangan makan dengan tergesa-gesa. Jika Anda sedang diburu waktu, ada baiknya tidak memilih sushi sebagai menu Anda. Sushi adalah makanan yang cocok disantap dengan waktu yang lega sambil bersantai. Oleh karena itu, makanan ini kurang cocok dijadikan menu sarapan.

4. Pesan makanan kecil. Jika Anda sudah lapar namun masih menunggu orang lain yang belum datang ke restoran untuk makan bersama Anda, Anda bisa memesan makanan-makanan kecil seperti edamame rebus, suimono, dan chawanmushi. Makanan-makan ini adalah makanan kecil bergizi yang akan membantu Anda "menyibukkan diri" selama di restoran.

5. Jangkau menu terdekat. Saat menghadapi piring bersama, ambil makanan dari posisi yang paling dekat dengan Anda. Gunakan sumpit untuk mengambil potongan makanan, lalu letakkan di piring. Angkat makanan di piring menggunakan tangan ke dalam mulut. Ini akan menghindarkan kontak langsung antara mulut dan sumpit yang digunakan untuk mengambil makanan ke piring bersama.

6. Jangan meminta sendok untuk soup. dengan Di restoran sushi tradisional, sangat tidak sopan jika Anda meminta sendok untuk memakan sup. Cukup ambil mangkuk sup dengan tangan kiri Anda, letakkan di tepi bibir, lalu bantu isi soup yang terdiri dari tahu, rumput laut, atau jamur di dalam sup masuk ke dalam mulut menggunakan sumpit.

7. Ambil kecap asin secukupnya lalu tuang ke cawan yang disediakan.
Jika menurut Anda kurang pedas, Anda bisa mencampur kecap ini dengan sedikit wasabi. Ingat, jangan mencampurkan wasabi secara berlebihan. Walaupun terlihat tidak "berbahaya" wasabi khas Jepang ini jauh lebih pedas dari mustard panas.

8. Jangan mencelupkan nasi dan makanan-makanan yang mudah hancur lainnya di kecap. Melakukan hal ini akan membuat kecap Anda terlihat berantakan. Selain itu, jangan mencelupkan makanan-makanan yang sudah memiliki saus atau hiasan di atasnya, misalnya unagi. Jika sushi sudah terlihat rumit atau memiliki beberapa saus di atasnya, Anda bisa menanyakan pada itamae (ahli sushi) di restoran apakah Anda harus mencelupkan sushi itu ke dalam kecap.

Kamis, 02 Desember 2010

Ocean Trout Salmon Sashimi, Wouw... Oishii Desu!

Anda penggemar sushimi? Tempat ini harus Anda singgahi. Ada Sashimi Matsu, Sashimi Sen dan Sushi and Sashimi Deluxe yang jadi andalan. Diracik oleh chef berpengalaman dengan bahan-bahan tersegar berkualitas prima. Nyam..nyam... tottemo oishi desu!

Bagi penggemar sushi dan sashimi, restoran Sushimise yang menyajikan menu fusion sushi ini pasti sudah tak asing lagi. Sushimise pertama kali berdiri pada tanggal 19 Juni 2006 bertempat di kawasan Kemang Food Festival. Namun pada tahun 2008 silam restoran pertama Sushi Mise tersebut menempati lokasi baru di La Codefin, Kemang.

Sushimise berada di lantai dasar La Codefin - bederet dengan resto dan cafe lainnya - kombinasi warna putih hijau merupakan warna khas Sushimise membuatnya mudah dikenali. Bagian dalamnya ditata casual dengan drop cycling dan cermin di dinding yang jadi ciri khasnya begitu pula dengan deretan meja-meja yang dikombinasikan dengan kursi dan sofa yang empuk.

Selain aneka sushi roll dan hidangan Jepang lainnya seperti bento, ramen, dan udon, menu sashimi di restoran ini sangat istimewa. Selain edamame atau cawan mushi , ada salmon skin yang sangat menggoda selera!

Salmon skin disajikan dalam mangkok kecil bersama saus sambal dalam wadah terpisah. Kulit salmon digoreng garing hingga keemasan dengan balutan tepung tipis. Saat disuapkan ke dalam mulut rasanya kriuk krenyes gurih enak. Sekali coba, wah dijamin lidah bakal ketagihan!

Untuk menu utamanya beragam menu sashimi ditawarkan baik a la carte maupun paket. Pencinta sashimi sebaiknya mencoba Sashimi Sen yang terdiri dari 12 potong atau 9 potong Ocean Trout Salmon, Tuna, Octopus, Tuna, Tamago, Tuna Roll, dan Octopus. Untuk yang disantap sendiri bisa memesan sashimi sushi yang berisi 2 potong per sajian.

Kalau mau dinikmati beramai-ramai, tentunya Sushi and Sashimi Deluxe yang merupakan menu kombinasi sangat pas untuk dipesan. Hidangan tersebut berisi salmon sashimi, maguro, dan shiromi yang biasanya berupa white fish. Selain itu sashimi sushi dari salmon, ikan tuna, shiromi, ebi, dan makimono membuatnya tambah komplet saja.

Ocean Trout salmon yang berkualitas tinggi membuat sashimi di Sushimise terasa makin istimewa. Potongan salmon berwarna pink terasa sangat segar tanpa aroma anyir saat disuapkan ke mulut. Manis daging salmon yang segar berpadu serasi dengan shoyu yang asin dan sedikit pedas setelah diaduk bersama wasabi. Tamago yang lembut dan sedikit manis menjadi penyeimbang yang pas pula.

Kelezatan aneka sashimi di Sushimise dapat dinikmati mulai dari Rp 20.000,00 - Rp 160.000,00 untuk menu sashimi komplet. Bagi penggemar sushi yang berada di kawasan Bintaro kini boleh bergembira, sebab pada tanggal (3/12/2010) Sushimise akan melakukan grand opening outlet terbaru mereka di Bintaro Plaza lantai Anex 4.

Pastinya restoran sushi yang mengusung konsep open kitchen ini punya sejumlah penawaran yang menarik. Selain tempat yang lebih luas, pelayanan yang ramah, khusus outlet Bintaro Plaza setiap pemegang member card Sushimise akan memperoleh diskon sebesar 20% mulai dari tanggal 3-15 Desember 2010. Sedangkan outlet Sushimise Teras Kota, Serpong BSD menawarkan diskon sebesar 15% bagi pengguna kartu kredit ANZ selama masa promo hingga akhir tahun 2010. Penggemar sushi tunggu apa lagi?

Sushimise
La Codefin
Jl. Kemang Raya No.8
Kemang – Jakarta Selatan
Telp: 021-7183423
Jam buka: 11.00 – 24.00 week day dan 11.00 – 02.00 Week end

Sushimise
Bintaro Plaza lantai Anex 4
Bintaro
Jam buka: 10.00 – 23.00 week day dan 10.00 – 24.00 week end

Sushimise
Teras Kota
Jl. Pahlawan Seribu, CBD Lot VIIB
Lengkong Gudang – Serpong BSD City


* detikfood
Lihat juga : table8, sushi tei, burger

Rabu, 01 Desember 2010

Kari Merah Bebek khas Thailand.

Jakarta - Sejak beberapa tahun terakhir ini, kawasan Kerobokan di Bali menjadi 'sarang' bagi berbagai restoran papan atas. Bila semula hanya ada La Lucciola, Ku De Ta, dan Warisan yang menjadi trio di wilayah ini, sekarang jumlahnya sudah lebih dari selusin. La Lucciola dan Ku De Ta tetap bertahan. Warisan telah 'pecah' menjadi Metis - tetapi kemudian Warisan muncul kembali di tempatnya yang lama. Kemudian muncul Sarong, The Living Room, Biku, Sardine, Degan, dan banyak lagi.

Sarong yang hadir sejak dua tahun yang lalu kini telah semakin kuat mencengkeram pasar. Sekalipun Bali dikenal sangat longgar dalam etika berpakaian, Sarong tetap melarang tamu mengenakan celana pendek dan sandal jepit. Interior-nya terkesan chic dan mewah, dengan sentuhan khas Bali.

Melihat buku menu-nya, segera tampak jelas bahwa Sarong menyajikan berbagai masakan pilihan dari Asia - Indonesia, Thai, Filipina, Cina, Vietnam, India, dan Jepang.

Minuman yang dipesan datang bersama complimentary kripik tempe dan mint chutney. Sajian awal yang unik. Kripik tempe yang sangat Jawa, dan mint chutney yang khas India. Ternyata cocok juga.

Starters-nya (Rp 65-75 ribu) menampilkan beberapa pilihan: perkedel wagyu, peking duck rolls, atau naan stuffed with lamb and yoghurt. Karena saya tidak memesan starter, ternyata saya malah mendapat kiriman dari chef berupa panfried scallop dan miang kham. Bukan saja karena gratis, tetapi saya juga gembira menerima complimentary ini karena sudah cukup lama tidak mencicipi miang kham. Miang kham adalah appetizer khas Thailand, terdiri atas berbagai jenis savouries kering - kacang sangrai, ebi, teri, srundeng, dan sambal asam - yang dibungkus dengan sejenis daun sirih.

Main course yang saya pesan adalah kari merah bebek khas Thailand. Saya sengaja tidak memesan nasi, melainkan garlic naan untuk menyantap kari merah ini. Seperti Anda ketahui, masakan Thai mengenal dua jenis kari, yaitu: kari merah dan kari hijau. Kari bebek-nya mak nyuss! Selain bebek, isinya adalah rebung muda, cherry tomato, kelengkeng, dan jagung muda. Rasa daun jeruk dan Thai basil membuat santan yang mlekoh merah ini terasa segar. Sesekali ditingkah rasa manis dari kelengkeng dan cherry tomato.

Pilihan main course-nya cukup beragam, dengan harga antara Rp 88-159 ribu. Ada berbagai macam kari India, crispy pork hock (khas Filipina), grilled lamb shank, bebek panggang, ikan bakar, dan lain-lain. Pilihan yang lebih ringan (Rp 98-105 ribu) mencakup: grilled beef salad (Thai), tuna tartar (fusion Jepang), babi guling dan lawar pakis, crispy salmon, dan lain-lain.

Segeralah singgah ke Sarong, sebelum semua orang berkisah tentang pengalaman makan yang mengagumkan di sana sambil berkomentar: die die must try.

Tetapi, sebelum Anda terburu-buru berangkat ke tempat ini, mohon dicatat bahwa Sarong hanya buka untuk makan malam. Tepatnya mulai pukul 18.30. Jadi? Santai saja dulu. Mandi, kenakan pakaian terbaik, dan berangkat. Jangan lupa, Sarong adalah a place to see and to be seen. Pastikan juga bahwa Anda sudah memesan tempat terlebih dulu. Hingga kini, setiap malam Sarong hampir selalu fully booked. (Bondan Winarno)

Sarong
Jl. Petitenget 19X
Kerobokan, Bali



* detikfood
Lihat juga : sushi tei, tamani, marzano

Rindu Masakan Jawa

Jakarta - Rindu masakan Jawa Tengah dengan tone manisnya yang khas? Dapur Solo adalah jawabnya. Bukan hanya makanan berat, bahkan di sini kita dapat menemukan srabi khas Solo. Satu porsi isi lima srabi - boleh pilih berbagai rasa: polos, coklat tabur, keju, nangka, pisang, dan lain-lain - seharga Rp 15 ribu. Terus terang, saya lebih suka srabi Dapur Solo dibanding srabi merk terkenal lainnya, terutama karena santannya tidak berlebihan.

Masakan Solo favorit saya di sini adalah Selat Solo (Rp 25 ribu). Pertama, karena porsinya pas - tidak terlalu besar, dan tidak terlalu kecil. Kedua, sajian lezat ini segar disantap di siang hari. Ketiga, porsi ini sudah lengkap protein, sayur, maupun karbohidratnya.

Apa sebenarnya Selat Solo ini? Sangat boleh jadi, kata "selat" adalah ubahan dari kata "salade" atau "sla" dalam bahasa Belanda. Sajian ini memang memakai daun slada, berbagai sayuran (timun, buncis, wortel, tomat, bawang merah), kentang (goreng dan kripik), dan telur pindang. Dressing-nya adalah mayones dicampur mustar. Tetapi, semuanya ini kemudian disiram dengan kuah semur dan beberapa iris semur daging sapi. Jangan lupa untuk mengaduk mayones dan mustard agar menyatu dengan kuah semur. Paduan inilah yang menciptakan citarasa sangat khas.

Makanan khas Solo yang jarang hadir di kota lain adalah Galantin - semacam Bestik Jawa, tetapi dagingnya dibuat dari daging cincang dikukus dalam bentuk loaf, kemudian dipotong-potong per porsi. Bagi orang Solo, Selat dan Galantin memang selalu membuat rindu citarasa kampung halaman.

Makanan lain yang ditawarkan di kartu menu rata-rata berharga antara Rp 18-25 ribu. Gudeg, pecel, nasi langgi, nasi rawon, dan lain-lain. Ada juga nasi asem-asem iga, nasi soto ayam, dan nasi pindang bandeng. Yang paling mahal adalah sop buntut dengan harga Rp 35 ribu. Bagi mereka yang tidak punya banyak waktu untuk makan siang di tengah kesibukan kerja, Dapur Solo adalah pilihan tepat. Harganya pun sangat layak untuk kualitas maupun kenyamanan di restoran ini.

Bagi penganut vegetarian, Dapur Solo menyajikan menu khusus, seperti: gudeg nangka, gado-gado, ketoprak, karedok, dan asinan. Tersedia juga berbagai makanan ringan seperti tahu gejrot, combro, dan otak-otak.

Dapur Solo (Nyonya Swan)
Jl. Sungai Sambas VI B3 No. 189
Kebayoran Baru, Jaksel


* detikfood
Lihat juga : table8, sushi tei, tamani

Majestyk Bakery

Jakarta - Banyaknya bakery yang menawarkan kelezatan roti dan cake membuat konsumen yang peduli akan halal harus lebih teliti dan jeli dalam memilih. Salah satu yang bisa jadi pilihan adalah Majestyk yang telah berdiri sejak 34 tahun silam ini.

Makin banyaknya franchise bakery asing yang menyerbu ibukota memang membuat lebih banyak pilihan bagi konsumen untuk membeli roti dan cake kesukaan mereka. Tetapi diantara banyaknya bakery-bakery yang ada tak banyak yang benar-benar
telah mencantumkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI.

Jika 'halal' menjadi faktor terpenting bagi Anda untuk menentukan pilihan, maka berkunjung ke bakery ini adalah keputusan yang tepat. Majestyk Bakery & Cake Shop bukanlah pemain baru di industri bakery Indonesia. Bakery milk Ibu Farida awalnya berasal dari Medan dan hingga kini telah berdiri selama 34 tahun lamanya.

Perjalanan memperoleh pengakuan halal dari LPPOM MUI sendiri bukanlah langkah mudah yang dilakukan oleh Majestyk Bakery. Mereka membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk memperoleh sertifikasi halal tersebut. Bagi mereka jaminan untuk memperoleh keyakinan konsumen bahwa mereka menjual produk halal sangatlah penting.

Majestyk Bakery bisa dibilang merupakan salah satu contoh perusahaan yang tidak hanya berhenti pelakukan prosedur halal setelah memperoleh pengakuan halal dari LPPOM MUI. Penerapan Sistem Jaminan Halal alias SJH pun masih dilakukannya hingga kini.

"Kami tak ingin mengecewakan konsumen dalam hal kualitas, termasuk soal kehalalan. Kami coba melakukan prosedur SJH terus-menerus dan tentunya mencantumkan logo halal di setiap gerai dan kemasan roti kami," ujar Ramhayanti, Auditor Halal Internal Majestyk Bakery kepada Jurnal Halal.

Kini Majestyk Bakery telah memiliki kurang lebih 7 gerai di Jakarta dengan gerai pusat yang terletak di Jl. Cipinang Raya. Untuk produknya selain meliputi berbagai aneka jenis roti manis, cake, dan roti tawar, bakery ini juga menawarkan brownies, lapis legit, pastry, kue bika, bolu, dll. Tentunya selain halal dan enak, harganya pun sangat terjangkau. Buktikan saja sendiri!


* detikfoof
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

Resep burger: Burger Ikan Paprika

Jakarta - Buat yang gemar rasa pedas, burger yang satu ini pas dimakan hangat. Rasa gurih lembut daging ikan makin enak dikunyah dengan acar sayuran yang segar.

Bahan:
5 sendok makan minyak sayur
2 sdm mentega
Burger:
300 g daging ikan kakap, cincang halus
30 g paprika merah, cincang halus
1 putih telur ayam, kocok
½ sdt thyme kering
½ sdt basil kering
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
Pelengkap:
Acar Sayuran

Cara membuat:

* Burger: Aduk semua bahan hingga rata.
* Bentuk adonan menjadi bulat panjang dan agak pipih. Sisihkan.
* Panaskan minyak dan margarin hingga panas.
* Goreng burger hingga matang kedua sisinya. Tiriskan.
* Sajikan Burger dengan Pelengkapnya.

Untuk 3 buah


* detikfood
Lihat juga : table8, sushi tei

Rasa Otentik Kuliner Jepang

Saat ini banyak sekali restoran-restoran yang menawarkan masakan Jepang. Tetapi, tidak banyak yang menyajikan rasa asli masakan Jepang karena sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia. Nah, jika Anda ingin mencicipi masakan Jepang yang diolah dengan mempertahankan rasa aslinya, Origami Japanese Cuisine bisa menjadi pilihan.

Sang koki yang didatangkan langsung dari Jepang, menjamin hal itu. "Makanan yang tersaji di Origami, memiliki rasa otentik Jepang. Saya tetap mempertahankan rasa aslinya. Tetapi jika tamu meminta masakan disesuaikan dengan lidah mereka, saya tidak keberatan,tinggal bilang saja" kata Hikaru Iwai, Japanese Chef Advisor, Hotel Nikko Jakarta.

Pertimbangan higienitas dan kesehatan juga tidak bisa dilepaskan dari masakan Jepang. Di tempat yang berdiri 2007 lalu ini, Anda tentu bisa mendapatkannya. Masakan baru akan diolah, setelah pengunjung memesan. Dengan begitu makanan pun lebih lezat dan tentunya sehat.

"Konsep Origami memang memang menyajikan makanan yang sehat bagi konsumennya. Hal itu tentu tidak bisa lepas dari higienitas yang harus selalu dijaga," kata Amelia Defrina, Promotion Manager dari Hotel Nikko Jakarta.

Saat memasuki restoran, Anda akan melihat jajaran bahan makanan yang belum diolah. Pengunjung memang dipersilahkan untuk memilih sendiri, kemudian koki baru akan mengolahnya. Salah satu menu andalah di Origami adalah Teppanyaki.

Tersedia tenderloin, ayam, cumi-cumi, salmon, kakap dan sayur-sayuran yang bisa Anda pilih untuk kemudian diolah oleh koki. Pengolahannya pun cukup sederhana dan tidak memakan waktu lama. Walaupun diolah dengan sederhana rasanya cukup istimewa.

Masakan Jepang tentu tidak bisa dilepaskan dari sushi. Salah satu sushi yang khas dari Origami adalah sushi yang terbuat dari ikan Kanpachi. Ikan tersebut memiliki rasa yang khas dan diimpor langsung dari Jepang. Sangat pas bagi pencinta sushi dengan olahan original.

Menu pizza Jepang atau Okonomiyaki juga tersedia di Origami. Anda bisa memilih topping sendiri atau meminta rekomendasi dari koki. Salah satu toping favorit adalah mentaiko (telur ikan asin), beef teriyaki, beef curry, udang, sayur-sayuran, dan tentunya tidak ketinggalan, keju. Bentuk pizzanya tidak terlalu besar dan tipis, mirip seperti pan cake. Rasanya sangat unik, lezat dan membuat lidah ketagihan.

Sebagai makanan penutup Anda bisa memesan es krim teh hijau (matcha) atau es krim kacang merah (ogura). Bagi Anda yang sedang diet, bisa memilih sorbet, sejenis es krim yang terbuat dari buah segar. Ada dua pilihan rasa, yaitu lime dan orange sorbet. Selamat bersantap!

Origami Japanese Cuisine
Hotel Nikko Jakarta, lantai 1
Jl. M.H. Thamrin 59, Jakarta 10350


* kosmo.vivanews
Lihat juga : table8, sushi tei, burger

Shisha Cafe - Restoran Bergaya Timur Tengah

Jika Anda mencari sebuah restoran atau kafe bernuansa kental Timur Tengah, Shisha Cafe bisa menjadi salah satu pilihannya. Karena, tak hanya menyediakan shisha, resto satu ini juga sangat andal untuk urusan makanan dan minuman khas Lebanon.

Bagi sebagian orang, nama Shisha Cafe sudah tidak lagi terdengar asing. Ya, memang restoran kafe bergaya Timur Tengah ini sudah lama melalang buana di kancah kuliner. Selama ini, Shisha Cafe cukup identik dengan menu ‘jawaranya’, shisha, yakni aroma therapy yang berasal dari tembakau khusus minim zat berbahaya yang digunakan dengan cara dihisap layaknya rokok.

“Shisha memang menjadi salah satu menu andalan. Karena itu, kami menjaga baik kualitasnya. Untuk bahan dan alat-alat kami 100 persen impor,” kata Muhamad Nagib Alkaff, pemilik Shisha Cafe, kepada sejumlah wartawan kemarin malam di Shisha Cafe Kemang, Jakarta, 6 September 2009.

Di restoran yang kurang lebih 60 persen pengunjungnya adalah orang asing atau ekspatriat ini, tambah Alkaff, terdapat 30 pilihan rasa shisha, yang mana kebanyakan adalah rasa buah-buahan. Mulai dari apel, anggur, strawberi, semangka, aprikot, kiwi, guava, dan buah lainnya.

“Selain buah-buahan ada juga rasa-rasa spesial seperti rasa permen karet atau bubble gum, moccachino, vanilla, dan sebagainya,” ucap Alkaff.

Namun, mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa di balik nama Shisha Cafe, restoran kafe ini juga memiliki hidangan khas Lebanon di samping shisha. Padahal, untuk menu makanan dan minuman, Alkaff sengaja mendatangkan konsultan asal Lebanon untuk mengevaluasi (review) makanan dan minumannya per tiga bulan sekali.

Sebut saja Sahara Tea dan Jallab (sari buah kurma). Dua minuman khas Timur Tengah ini menjadi menu minuman primadona di Shisha Cafe, dan cukup pas jika disandingkan dengan shisha.

Untuk menu makanan, selain Shawarma Kebab, yakni kebab dengan irisan daging yang dicampur dengan bumbu khas Timur Tengah, anak perusahaan PT Shisha Internasional ini juga mengunggulkan Lahma Mashwi, lamb grill yang dibuat dari daging betis kambing yang dipanggang dengan bumbu spesial khas Lebanon disajikan lengkap dengan mash potato dan salad yang juga khas Lebanon.

Sementara desert alias makanan penutup, Oom Ali dan Baklawa menjadi menu terpilih, yakni campuran kacang-kacangan yang dipercaya sangat menyehatkan.

Bagi Anda yang penasaran, Shisha Cafe kini memiliki tiga cabang yang bisa Anda kunjungi, yakni Shisha Cafe Kemang, Shisha Cafe Citos, dan Shisha Cafe Menteng.

“Khusus Shisha Cafe Kemang, kami mulai buka pukul 5 sore hingga pukul 1 malam. Kalau weekend bisa sampai jam 2 malam. Berbeda dengan dua cabang lainnya yang perlu mengikuti kebijakan pemilik gedung,” ucap Alkaff.

Menariknya, di Shisha Cafe Kemang, Alkaff menyajikan Belly Dance atau tari perut setiap hari Jumat dan Sabtu sebagai suguhan khusus kepada pengunjungnya. Namun, selama Bulan Ramadhan aktivitas ini ditiadakan sementara.


* kosmo.vivanews

Sekai Restaurant - Hidangan Khas Jepang

HIDANGAN khas Jepang memang memiliki cita rasa tersendiri, baik menu tradisional maupun modern. Nah di Sekai Restaurant, kedua menu ala Jepang tersebut tersaji secara lengkap.

Di Indonesia, menu khas Jepang sudah semakin populer saja. Para penikmat menu ini pun kini semakin gampang mencari menu kesukaan mereka tersebut. Mulai dari menu a la fast food hingga menu resto. Salah satunya adalah Sekai Restaurant. Tak seperti resto lainnya, di sini tersedia tiga pilihan makanan Jepang yaitu shabu, sushi, dan robatayaki. Nama Sekai diambil dari bahasa Jepang yang artinya dunia.

”Maksud dari kata Sekai di sini adalah diharapkan bahwa Sekai Restaurant menjadi restoran yang mendunia,” ucap Restaurant Manager Sekai, Ahmad Isnaeni.

Untuk mencapai impian tersebut, mereka pun terus inovatif meracik menu-menu-nya. Selain menu yang kreatif, mereka juga menyajikan nuansa yang elegan demi kenyamanan bersantap. Restoran yang memiliki 2 lantai dan berkapasitas total 120 kursi ini memiliki interior berupa furnitur yang lebih elegan. Adapun suasana outdoor melengkapi nuansa elegan di dalam ruangan seperti pepohonan, rumput di dinding dan taman, serta kolam yang asri. Dari suasana outdoor itulah, maka kesan santai, nyaman, bersahabat, dan natural akan sangat terasa begitu memasuki Sekai Restaurant.

”Walaupun berada di dalam ruangan, tapi suasana seperti di luar ruangan yang membuat pengunjung semakin nyaman,” ucap lelaki yang akrab disapa Isnen ini.

Restoran yang sudah hadir sejak pertengahan Juni 2005 ini awalnya berlokasi di kawasan Wolter Mangunsidi, Jakarta Selatan. Pada Juni 2010, restoran ini berpindah lokasi ke Jalan Suryo No 30, Senopati, Blok S, Jakarta Selatan. Dikatakan oleh Isnaeni, Sekai Restaurant merupakan restoran yang memiliki konsep unik untuk perpaduan antara Japanese food modern dan tradisional, dan itu terlihat pada menu makanan yang disajikan di sini.

Sebut saja shabu-shabu yang memiliki cita rasa tradisional. Di sini, terdapat tiga pilihan shabu, yaitu shabu all u can eat, dengan pilihan daging Selandia Baru, ada pula shabu ala carte yang menggunakan daging Australia, juga shabu wagyu dengan pilihan daging wagyu impor dari Australia. Untuk pendamping shabu, terdapat dua pilihan saus spesial, yaitu sekai saus dan saus kacang yang bisa dipilih sesuai selera.

”Semua shabu dimasak dengan air spesial, yaitu air konbu, semacam kaldu yang terbuat dari ganggang laut yang berguna juga sebagai penambah rasa,” tutur Kasman, Executive Chef Sekai.

Uniknya lagi, semua shabu diolah di atas kompor elektrik, selain untuk memanjakan tamu, pemilihan kompor ini juga karena lebih aman.

Sedangkan untuk menu tradisional berbaur modern bisa dicoba aneka sushi seperti sushi yang menjadi favorit pengunjung yaitu sekai lover roll. Menu ini dibuat dengan bentuk yang sangat menarik. Mirip perempuan cantik dengan warna yang molek.

Ada juga menu berlabel dragon roll yang dibuat mirip dengan naga. Fushion sushi ini merupakan perpaduan komplet di antaranya berisi nasi sushi dengan alpukat dan nori.

Untuk menu modern, bisa dicoba robatayaki yaitu steak dengan paduan bumbu Jepang. Sekai Restaurant memiliki aneka robatayaki dengan rasa yang beragam dan unik, seperti australia wagyu rib eye steak. Menu ini yang paling favorit karena berporsi besar sekitar 180 sampai 200 gram per menu.

”Sausnya adalah saus Jepang yang dicampur dengan steak sauce, rasanya agak asin,” ucap Kasman.

Ternyata steak yang disajikan tidak hanya daging berbahan dasar sapi saja, tetapi ada juga berbahan dasar ikan seperti sanma shioyaki, yaitu ikan dari lautan Pacific yang dibakar dengan kematangan sesuai selera.

Untuk menu yang paling tradisional dan menjadi unggulan di sini, adalah yakitori yaitu sate tradisional Jepang yang dibakar dengan saus spesial. Jika ingin mencoba, pilih saja fusion tsukune, yaitu sate daging ayam cincang dengan topping yang beraneka ragam sesuai dengan selera pengunjung. Yang menjadikan menu ini modern adalah sausnya yang diolah dengan aneka rasa dan terdapat pilihan yang beragam, yaitu wasabi, katshubushi (ikan kering), keju, abon sapi atau ikan, saus teriyaki, mayonaise, bubuk lada hitam, dan nori (rumput laut).

Restoran yang buka sejak pukul 10 pagi dan tutup pukul 10 malam setiap harinya ini mematok harga yang terjangkau, mulai Rp9.000 sampai Rp245.000, termasuk beberapa menu paket all u can eat dan ala carte.

”Di sini, paket promo all u can eat sushi dan shabu sudah sangat terkenal,” ucap Isnaeni.

Komitmen Sekai adalah menyajikan makanan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau didukung oleh pelayanan yang maksimal untuk memberikan pengalaman yang memuaskan kepada setiap pelanggan. Hal itu terbukti degan adanya pengunjung tetap yang telah dimiliki oleh Sekai Restaurant.

”Orang pemerintahan, bahkan beberapa menteri pernah makan di sini. Artis-artis juga banyak,” ucap Isnaeni.

Penasaran dengan menu-menu favorit yang merupakan perpaduan antara Jepang modern dan tradisional? Segera kunjungi Sekai Restaurant.

Sumber    : kubaca
Lihat juga : table8, sushi tei

'Pasta' Menu yang diadopsi dari Jepang

Saat ini, kita bisa menemukan banyak makanan dari Eropa dan Amerika yang diadaptasi Jepang dengan style yang berbeda dan akhirnya malah menimbulkan kesan unik. Salah satu di antaranya, rice-burger. Burger yang bisanya menggunakan roti, diadaptasi dalam gaya Jepang menggunakan nasi.

Nah, salah menu lain yang juga diadopsi Jepang adalah pasta. Berbeda dengan pasta dari negara asalnya, Italia, Jepang mengubah kesan pasta dengan banyak kalori dan lemak dan menjadi pasta sehat yang bisa dinikmati semua orang dari semua usia.

Salah satu restoran yang menyediakan pasta unik ala Jepang ini adalah Pasta de Waraku. Tidak hanya menyediakan beragam menu pasta dengan campuran tomato sauce yang mirip dengan racikan pasta khas Italia, Pasta de Waraku juga menyajikan pasta berwarna hijau yang dibuat dari daun basil. Bagi pencinta pedas, Pasta de Waraku juga menyediakan togarashi,bubuk cabai khas Jepang yang bisa ditambahkan ke menu pilihan kita.

Selain menu-menu ini, kini Pasta de Waraku kini menyajikan soup pasta, yaitu pasta berkuah dengan tambahan berbagai macam topping pilihan. Untuk kita penggemar seafood, misalnya ada spaghetti seafood yang berisi daging kepiting, scallop, dan salmon. Atau, coba juga topping beef bacon & vegetables atau chicken & kimchi yang disukai tamu Pasta de Waraku.

Untuk menu pembuka, kita bisa mencoba salmon calppacho, tofu mentai cheese gratin atau hotate butter & scallop. Jika perut kita belum terlalu kenyang, berbagai hidangan dessert menanti, misalnya ruits parfait, maccha puding, atau mocha shiratama. Sebagai pelepas dahaga di sini, tersedia green tea serta beragam rasa soft drink, shake, dan juice.
Sumber     : OpenRice.com
Lihat juga :  table8, sushi tei

Pizza Italia dengan Rasa Kombinasi

Jakarta - Siapa yang tidak suka dengan pizza? Hampir semua orang menyukainya, apalagi dengan kulitnya yang tipis dan renyah. Pizza double topping ukuran 12 inch ini sangat renyah, dengan taburan keju yang royal dan potongan daging yang enak. Sekali gigit, kres..kres.. lidah pun tak mau berhenti bergoyang!

Sudah dua kali saya melewati warung tenda Meatholic yang ada di kawasan Mampang Prapatan. Warung tenda berwarna putih ini cukup besar dan menarik perhatian orang yang tengah melintasi daerah tersebut, termasuk saya. Warung ini beroperasi belum terlalu lama, baru awal November lalu.

Daripada bosan dengan kemacetan yang panjang di Mampang, saya pun memutuskan mampir untuk 'membenahi' perut malam itu. Meskipun dibilang warung tenda, namun cukup besar. Ada sekitar 7 meja yang bisa menampung 4 orang tiap meja berjajar rapi. Di tiap meja sudah disediakan daftar menu yang bisa langsung dilihat oleh pengunjung.

Menunya belum terlalu banyak, yang mereka sediakan adalah steak dan pizza. Jenis steak nya baru tenderloin dan sirloin dengan tiga pilihan saus; classic BBQ, Mushroom, dan black pepper. Sedangkan pizza nya ada meatholic, triple cheesy, tropical Honolulu pizza dan juga kombinasi.

Steak tenderloin dengan saus mushroom jadi pilihan saya untuk steak dan double topping pizza untuk pizza pilihan saya. Mereka memasak pizza tidak dengan tungku besar, namun menggunakan sebuah oven besar yang berada di bagian depan.

Tenderloin Steak ini tampil sederhana, dengan potongan wortel, buncis, dan juga potongan kentang yang digoreng sebagai side dish nya. Lelehan saus berwarna kecokelatan yang encer dan jejak potongan jamur sangat terlihat di bagian atasnya. Saat dipotong, dagingnya cukup empuk dan juicy. Sayangnya saus jamurnya sedikit asam, namun masih tetap enak disantap dengan dagingnya.

Belum selesai saya menyelesaikan steak ini, pizza saya datang menebarkan aroma yang harum. Perhatian saya langsung beralih ke spiring pizza tipis di hadapan saya kini. Pizza nya cukup lebar, kira-kira 12 inch. Kulitnya tipis terlihat sangat renyah. Bentuknya tidak bulat sempurna, karena memang tidak menggunakan loyang saat dipanggang.

Pizza ini bergaya Italia tradisional meskipun tidak menggunakan tungku saat memanggang seperti aslinya. Saat digigit, kres.. renyah sekali adonannya! Taburan keju cheddar, lelehan keju mozarella terlihat sungguh royal menutupi sebagian pizza. Di sisi lainnya, potongan daging asap, sosis sapi, dan cincangan daging tak kalah royal. Sangat cocok untuk mereka pencinta daging dan keju.

Untuk pizza kelas warung tenda, pizza ini tidak mengecewakan. Renyah, gurih, dan terasa sekali dagingnya dan pastinya porsinya cukup untuk berdua. Saya semakin senang saat membayar, karena pizza double topping ini harganya cukup bersahabat, RP 38.000,00 untuk satu porsi. Dan Rp 32.500,00 untuk tenderloin steaknya.

Hmm.. sepertinya saya menemukan tongkrongan baru buat makan pizza nih, apalagi dengan harga yang cukup ramah di kantong. Meatholic juga bisa jadi target menunggu jalan raya Mampang reda dari kemacetan. Coba Saja!

Meatholic Steak & Pizza
Jl.Mampang Prapatan no 56 E (depan Holland Bakery)
Buka Mulai 19.00 Wib


* detikfood
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

SamWon Restaurant


Akhirnya, restauran Korea dengan kualitas dan suasana bak istana bisa kita temui di Indonesia!
Anda mungkin sungkan untuk mengakui bahwa anda adalah penggemar film Korea, karena mungkin akan terdengar "cengeng". Namun untuk urusan menu–menu negeri Ginseng ini, pasti Anda tidak pernah ragu untuk mengaku sebagai penggemar fanatik menu Korea.

Agak sulit menemukan restoran Korea yang bisa menyajikan menu otentik Korea dengan atmosfer yang membawa Anda ke negeri asalnya. Terletak di ground flour Gedung Setiabudi One, SamWon House mewujudkannya dalam satu paket lengkap, yaitu menu lezat khas Korea dalam suasana interior Korea kuno. SamWon Restaurant menawarkan pengalaman makan dalam gaya klasik yang kental akan tradisi negeri Korea, yang terwujud dalam dekor gapura bergaya istana dan sebuah gambar Istana GyeongBok yang terkenal itu di dinding restoran.

Berkomitmen untuk hanya menggunakan bahan–bahan pilihan, SamWon House menawarkan kualitas bahan yang segar dalam bumbu, sayur, daging dan bahan laut. Menu–menu Korea di restoran ini mencoba menyesuaikan taste yang pas untuk para penikmatnya di Jakarta. Dan untuk mendapatkan rasa sempurna pada menu-menu bakarannya, SamWon House juga menyediakan tungku khusus dengan menggunakan arang bakar, hingga tercipta aroma yang lezat.

Menu Barbeque khas Korea memang punya banyak penggemar di seluruh dunia, menu yang popular dengan nama Galbi, juga tersedia di SamWon House. Menu yang terdiri dari potongan daging yang telah dibumbui ini dibakar dengan tungku di depan meja makan Anda yang telah diatur senyaman mungkin. Menu lainnya adalah Jeongol, yang konon merupakan makanan para kaum bangsawan. Menu rebus layaknya sup ini terdiri dari beberapa bahan mentah yang disajikan dalam sebuah piring. Sayuran, seafood, daging, mushroom dan bahan pelngkap termasuk chilli pepper penambah rasa pedas yang segar direbus di meja dengan menggunakan wadah khusus. Ada juga menu Bibimbap yang paling mewakili selera orang Indonesia. Menu nasi khas Korea ini hadir dengan nasi putih yang dicampur dengan bermacam bahan sayuran dan daging, dengan saus khusus yang semakin menyedapkan rasa masakan.

Menu–menu lain yang juga tersedia di SamWon House, adalah menu Bolleum yang disajikan dalam hotplate, menu Tang (sup) dan Guksu (Mie). Menu snack hadir dalam rangkaian menu Ddeobokki, seperti Sae Wu Tuegim (sejenis goreng tepung udang) atau Pajeon (sejenis martabak) atau sushi ala Korea yang disebut Gimbab. Ada 52 menu–menu istimewa khas Korea yang dihadirkan restoran ini, yang siap memanjakan indera pengecap Anda. So.. enjoy the food!


* woman.kapanlagi
Lihat juga : table8, sushi tei, tamani

Pizza al Casa D’Oro


Hotel Indonesia Kempinski Jakarta memperkenalkan Chef Gianfranco Beltrame dari Italia yang mempersembahkan kreasi hidangan terbarunya dengan rasa yang menggoda serta cara penyajian nan elegan. Menu yang segar dan bersemangat ini diciptakan untuk memberikan kejutan bagi para penikmat hidangan dan wine Italia. Dalam satu kata, favoloso!

Kreasi kreatif dari Chef Gianfranco Beltrame memiliki cita rasa Italia yang kuat. Ia menyajikan pilihan menu a la carte terdiri dari Le Insalate e Gli Antipasti (Salad and Hors d’Oeuvre), Le Zupepe e I Risotti (The Soups and The Risotti) dan pasta buatan sendiri, La Pasta Fatta in Casa, Fish Main Course, I Secondi di Pesce, Meat Main Course, I Secondi di Carne serta pilihan Dolci (Dessert) super lezat, luar biasa.

Suasana Casa D’Oro yang menawan dan mempesona menjadi tempat untuk bersantai para penikmat wine dan hidangan lezat, bagi mereka yang ingin menikmati nuansa minimalis dan stylish, berlokasi di jantung kota. Kata elegan dan sederhana mewakili perpaduan dari berbagai pilihan hidangan Italia berkelas dunia yang luar biasa dan pastinya menggoda panca indera rasa para tamu. Nikmati sajian Italia terbaik seperti Fegato Grasso D’Oca, Pere Caramellate al Marsala e Infuso di Cannella (Pan Fried Goose Liver, Caramelized Pear dan Cinnamon Flavors) dan yang menggoda Zupperttina di Pesce con Pomodoro Fresco, Promfumo di Basilico e Crostoni Agliati (Mediterranean Seafood Soup dengan Fresh Tomatoes, Basil dan Garlic Croutons), hidangan utama Bocconcini di Merluzzo in Guazzetto con Funghetti Pioppini, Olive e Salvia (Cod fish “casserole” dengan Wild Mushrooms, Black Olives dan Sage) yang merupakan sajian hangat favorit, hidangan utama berupa daging yang merupakan sajian paling populer yang pernah ada Ossobuco all Milanese in Gremolata con Riso al Salto (Traditional Milanese Braised Veal Shank dan Yellow Rice Cake), lengkapi dengan Tiramisu Casa D’Oro.

xxxxxxx


Insalata di Polipo, Patate Rosolate, Olive Nere e Salsa al Balsamico Invecchiato


Menu baru yang ringan dan sederhana dari Casa D’Oro adalah Pizza al Casa D’Oro. Dengan bahan-bahan terbaik yang segar. Chef Gianfranco menciptakan pizza yang sungguh menggugah selera dan dapat memuaskan panca indera rasa. Nikmati pilihan menu pizza yang terdiri dari Pizza ai Frutti di mare (Tomato dan Buffalo Mozzarela dengan Assorted Sea foods and Basil), Pizza Prosciutto di parma Rucola e Olio al Tartufo (Tomato dan Buffalo Mozzarela dengan Parma Ham, Parmesan Shavings and Rocket Salad), Pizza Quattro Formaggi (Tomato dan Four Italian Cheeses), Pizza Novegese (Tomato Smoke Salmon Cream dan Chives), dan Pizza all’ Aragosta (Tomato, Mozzarella, Lobster). Mungkin ini hanya pizza, tapi kelezatannya akan selalu terasa. Favoloso!

Casa D’Oro dibuka 7 hari seminggu untuk makan siang dan makan malam. Restoran yang menarik dan elegan ini terletak di Ganesha Wing Hotel Indonesia Kempinski Jakarta dengan akses mudah dari Bali Room Foyer atau pintu masuk terpisah melalui Lobby Ganesha Wing.

Casa D’Oro mempersembahkan wine terbaik di Jakarta, ada lebih dari 180 pilihan wine dari seluruh dunia di Casa D’Oro, dengan tempat penyimpanan yang stylish. Dan dengan kreasi menu hebat dari chef baru dari Italia, Chef Gianfranco, Casa D’Oro menjadi tempat bersantai paling tepat untuk bersantap dan menikmati wine. 


* woman.kapanlagi
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

Selasa, 30 November 2010

CHA NO YU, Ritual Tradisional Jepang

Upacara minum teh (茶道, sadō, chadō?, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯?) atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate.

Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.

Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.

Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.

Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.

Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.


* mediaindonesia
Lihat juga : table8, sushi tei, burger