Pages

WELCOME TO MY BLOG
Tampilkan postingan dengan label Laguna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laguna. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Februari 2011

Japanese Food Wayo-men

japanese food tempat makan yang lagi di gandrungi, dari pengunjung keluarga, sampai anak muda , japanese food memang punya cita rasa tersendiri!  ada salah satu tempat yang baru dicoba mungkin bagi kalian yang ingin mencari cita rasa yang berbeda dari biasanya,, coba deh restaurant Wayo-Men Japanese pasta, lokasinya berada di setiabudi one building, ground floor unit B114, Jl. HR. Rasuna Said Kav.62, kuningan. menu yang disediakan di wayo men antara lain : 

rice omelet
ini menu favorite gue..!! nasi yang dibungkus telor dadar setengah mateng,.. eits,, jangan underestimate dulu.. rasa nasinya tuh unik banget, tauk..!! nasinya pake bumbu yang kayak rempah2 gitu, dan ada jamurnya.. a must try..!!

green tea latte
minuman ini yang pertama kali gue pesen sambil nunggu temen2 OpenRice lainnya. rasanya unik, walopun judulnya adalah tea, tapi minuman ini berasa agak kekopi2an. pas gue tanya sama owner nya, itu pengaruh latte nya. ooh,, yayayayaya...
 
orange mousse
dilihat dari namanya, udah pasti ini adalah mousse gitu,. dengan rasa orange yang asem2 kecut. bisa buat mengimbangi rasa main course yang spicy.
 
green tea tiramisu
ini dessert yang jadi primadona. unik banget,, disajikan dalam gelas tinggi, dan lapisannya adalah green tea dan tiramisu. pas nyendok itu langsung dapet semua,, lapisan tiramisu dan green tea. perpaduannya enak banget di mulut.
 
green tea dan vanilla ice cream
es krim ini juga jadi primadona nya kita. green tea ice cream nya bikin ga merasa bersalah saat menyantapnya (tau laaah,, perempuan kalo ngemil kan suka ada guilty pleasure.. hehehehe).. dijamin sehat deh.! vanilla ice cream nya juga ga kalah serunya.. rasanya manis tapi ga bikin eneg.

Jumat, 26 November 2010

Thai Chicken Wings ala Citrus Café

Saat anda dihadapkan dengan istilah ‘café’, pasti yang terbayang adalah secangkir cappuccino ditemani sepiring makanan ringan seperti croissant atau cake. Café tidaklah identik dengan sesi makan-makan yang dapat memuaskan kapasitas perut kebanyakan orang.

Bayangan ini terhapus kala kita berbicara tentang Citrus Café. Di café ini anda dapat menikmati berbagai hidangan lezat yang tidak hanya memanjakan lidah namun juga lambung anda. Bagaimana tidak, sederet nama hidangan seperti Sop Buntut, Nasi Goreng, serta Steak menjamin bahwa anda akan kenyang dan tidak rugi bila bersantap di café yang satu ini!

Nama Citrus Café diilhami oleh kesegaran buah jeruk yang kebetulan juga menjadi bahan kebanyakan hidangan di café ini. Namun, bila anda kebetulan berkunjung ke Citrus Café Dharmawangsa, jangan dulu menyangka bahwa café ini akan diwarnai warna-warni khas jeruk seperti oranye, kuning ataupun merah. Memang, interior Citrus Café terbilang cerah dan segar, namun tidak juga menyilaukan mata. Desain minimalis kontemporer yang dihangatkan oleh warna-warna natural serta teduh menjadikan café ini tempat yang menyenangkan untuk bersantap sekaligus bercakap-cakap dengan teman-teman maupun teman sekerja. Ditambah lagi beberapa sofa empuk, meja lebar serta patio semi-outdoor yang romantis, makin membuat kita betah bersantap di sini.

Tidak salah bila kita menyatakan bahwa Citrus Café adalah pilihan yang cukup tepat dan ekonomis untuk bersantap. Bayangkan saja, tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam, kita dapat menikmati berbagai hidangan yang tergolong ‘berat’ dalam suasana nyaman dan bebas polusi suara. Bahkan untuk Sirloin Steak impor lezat dan lengkap dengan kentang, telur mata sapi serta sayuran pun harganya tidak mencapai Rp. 100.000,-

Menu Citrus Café yang berkisar seputar hidangan Indonesia serta mancanegara yang populer terbilang ‘aman’ karena rata-rata merupakan hidangan yang digemari oleh kebanyakan orang. Sebut saja Nasi goreng, Chicken Cordon Bleu ataupun Tom Yam Soup. Citarasanya pun akrab dengan lidah Indonesia, sehingga meskipun tidak terlalu terpakem oleh resep mancanegara asli namun mudah diterima siapa saja.

Bila anda bingung memilih hidangan pembuka santapan anda, maka anda dapat memesan Starter Sampler, yaitu hidangan pembuka yang terdiri atas Calamari Rings, Thai Chicken Wings, dan Crispy Seafood – pangsit goreng berbentuk ‘kantung’ apik berisi seafood. Ada juga Fried Mushrooms alias jamur Champignon yang digoreng tepung dan disajikan dengan saus tartar, tekstur jamurnya terasa segar di dalam mulut dan pas berpadu dengan tepung yang gurih.

Ada yang bilang, seenak-enaknya risotto, masih lebih mantap nasi goreng. Bagi anda yang merasa makanan tradisional Indonesia memang nomor satu, maka di Citrus Café pun anda dapat menikmati jenis hidangan tersebut. Sop buntut saja terdiri atas beberapa pilihan, mulai dari Sop Buntut biasa hingga Sop Buntut Balado yang lumayan juga pedasnya. Untuk nasi goreng, pada awalnya Citrus Café terkenal dengan nasi goreng spesialnya yang khas, namun ternyata banyak pula yang menganggap nasi goreng special kurang ‘medok’ rasanya. Hadirlah Nasi Goreng Kampung yang bumbunya lebih berani serta dilengkapi ayam goreng yang sedap.
Untuk makanan internasional, anda tidak akan rugi bila memesan steak maupun berbbagai pasta Citrus Café, Jangan lewatkan Thai BBQ Chicken yang disiram saus asam manis khas Thailand, sungguh berbeda dengan BBQ Chicken yang biasa anda temui!

Penggemar dessert dan makanan manis pun akan bergembira di Citrus Café, karena di sini ada berbagai dessert lezat seperti Chocolate Truffle Cake yang luar biasa creamy dan berlimpah coklatnya. Apa lagi bila anda memesan versi A la Mode yang dilengkapi es krim vanilla, mmm! Dan jangan lupakan berbagai minuman segar seperti Blueberry Smoothie maupun Summer Punch yang tak hanya fresh dan sehat tetapi juga cantik dipandang.

Di tengah banyaknya café dengan harga melambung serta porsi yang tak seberapa, Citrus Café sungguh merupakan variasi yang menyegarkan. (SG/DI) Citrus Cafe
Ruko Dharmawangsa Square
Jl. Dharmawangsa 6 No. 40
Jakarta Selatan, Indonesia 



Minggu, 17 Oktober 2010

Hidangan Ikan bakar Gorontalo

Ikan bakar yang lezat dengan aneka sambal pedas atau dabu – dabu
menjadi salah satu primadona hidangan di Gorontalo. Menu makanan ini tampaknya sudah menjadi keharusan, baik di warung – warung makan sederhana sampai ke restoran terkemuka di provinsi gorontalo. Memang Provinsi Gorontalo merupakan salah satu wilayah maritim penghasil ikan yang sangat kaya. Kondisi kelautannya yang relatif masih belum tercemar dan alami, membuat ikan dan hasil laut lainnya tergolong berkualitas prima. Tentu saja hal ini sangat mempengaruhi cita rasa hidangan panganan laut ala gorontalo. Ikan dari gorontalo tetap mempunyai rasa yang agak manis dengan daging yang kenyal walaupun telah dibakar sekalipun. Meski banyak hidangan lain yang ditawarkan tetapi hidangan ikan bakar tampaknya demikian populer baik di kalangan masyarakat setempat maupun para pendatang. Disamping kualitasnya yang prima, sajian hidangan ikan bakar di Gorontalo ini terkenal karena kekhasannya. Berikut kita akan lihat berbagai hidangan ikan bakar yang sangat populer di daerah gorontalo serta rahasia yang membuat hidangan ikan bakar dari Gorontalo ini sangat istimewa kelezatannya.

Hidangan ikan bakar ala Gorontalo ini menjadi sangat istimewa karena menu pendamping serta sambal pedas yang menyertainya. Bukan hidangan Ikan Bakar namanya jika tidak disantap dengan sambal rica dan sambal dabu-dabu. Dan, hidangan ikan bakar pun tidak terasa lengkap tersaji tanpa sayur tumis kangkung atau pun tumis bunga pepaya. Dan, rahasia kelezatan hidangan ikan bakar ini sebenarnya terletak pada dua hal, yaitu kesegaran dan pengolahan ikan serta keunikan rasa khas pada sambalnya.

Adapun rahasia kelezatan ikan bakar Gorontalo terletak pada kesederhanaan pengolahan sebelum ikan dibakar. Apapun jenis ikan yang dipilih untuk hidangan ini terlebih dahulu ikan dibumbui garam dan perasan jeruk kingkit. Yaitu sejenis jeruk nipis tetapi ukurannya lebih kecil dengan bagian dalamnya berwarna orang muda. Rasa masam jeruk ini terasa agak sedikit manis dengan keharuman yang sangat khas. Aroma jeruk kingkit ini disamping menghilangkan bau amis ikan juga mempertajam rasa asli dari ikannya itu sendiri. Dan menu ikan bakar Gorontalo ini memilih ikan-ikan yang memiliki rasa khas, seperti Ikan Batu (Goropa), Baronang, Cakalang, Krapu, dan Kembung Banjar. Oleh karena ikan-ikan dari silayah ini memiliki kesegaran dan kualitas prima, maka pengolahan yang sederhana tersebut menjadikan kita dapat dengan jelas membedakan rasa asli dari masing-masing jenis ikan yang dihidangkan.

Rahasia lain dari kelezatan ikan bakar Gorontalo ini terletak pada proses pembakarannya. Setelah ± 10 menit didiamkam dalam bumbu garam dan perasan jeruk kingkit, bagian luar ikan dikeringkan dengan menggunakan kain bersih. Setelah itu dilumuri dengan minyak jelantah, atau minyak yang telah dipakai untuk menggoreng. Hal ini disamping menjaga agar kulit ikan tidak rusak karena menempel pada alat pembakarannya juga ikan menjadi lebih cepat matang tanpa menjadi gosong. Pelumuran minyak jelantah pada kulit ikan ini juga akan membuat ikan tampak mengkilat ketika dihidangkan.

Seperti yang telah dituliskan sebelumnya pada artikel dabu – dabu, rahasia lain dari kelezatan hidangan ikan bakar ini terletak pula pada sambal pelengkapnya. Yaitu sambal rica dan sambal dabu – dabu. Jika sambal rica disajikan dengan cara dilumuri pada ikannya, maka sambal dabu-dabu disajikan secara terpisah dari ikan bakar yang menjadi menu utamanya. Apa rahasia kedua sambal istimewa tersebut?

Rahasia kelezatan sambal rica yang dilumuri pada ikan terletak pada proses pembakarannya. Bumbu rica yang terdiri dari gerusan kasar cabai merah, jahe, dan bawang merah ditambahi dengan perasan jeruk kingkit dan minyak goreng. Minyak berbumbu rica ini dioleskan pada ikan sebelum dibakar. Sehingga rasa rica yang pedas meresap kedalam ikan dengan sempurna. Sisa dari olesan bumbu rica lalu ditumis dan disiramkan di atas ikan yang telah dibakar matang.

Berbeda dengan sambal dabu – dabu yang disajikan secara terpisah dengan ikannya. Sambal khas yang segar ini terdiri potongan bulat dan kasar dari bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat mengkal. Setelah potongan bumbu dabu-dabu ini diletakkan di dalam wadah tambahi garam lalu disiram dengan minyak goreng panas dan diberi perasan jeruk kingkit yang harum. Selengkapnya tentang menu ini dapat And abaca di sini.

Hidangan ikan bakar dengan kedua jenis sambal khas ini terasa kurang lengkap jika tidak disantap dengan sayuran yang berupa tumisan kangkung atau tumisan bunga pepaya. Kombinasi hidangan ikan bakar ala Gorontalo ini dijamin memuaskan selera dan cita rasa bersantap anda. Jika Anda berkunjung ke daerah gorontalo, sempatkanlah untuk menyentap hidangan ikan bakar ala gorontalo. Di jamin, pasti Anda akan merasakan cita rasa yang benar – benar beda. Info rumah makan yang menyediakan menu ini akan di artikelkan selanjutnya.
(hulondhalo)

Kamis, 14 Oktober 2010

Tips Memanggang Sus Agar Memperoleh Hasil yang Baik



Sus, merupakan salah satu jenis kue yang populer diolah dari adonan pastry ala Perancis. Kini hampir di seluruh toko-toko dijual aneka macam kue susu dengan bentuk dan isi yang bervariasi. Ada beberapa bentuk kue sus yang umum dan sering kita lihat diantaranya sus bentuk bulat, lonjong (eclaire), keranjang dan angsa. Untuk meningkatkan kualitas dan rasa, kue sus bisa diperkaya dengan bahan-bahan tambahan yang berkualitas sebagai isi, seperti keju, daging, buah-buahan, jamur atau sayur-sayuran. Pembuatan kue sus sebetulnya sangatlah mudah, asalkan kita betul-betul mengerti dan menguasai cara pembuatannya. Adonan sus termasuk dalam jenis adonan padat (solid_ yang tidak difermentasikan, sedangkan teknik pengolahan kue sus dapat menggunakan teknik bakar dalam oven (baking) merupakan teknik goreng (deef fat frying). Dan salah satu kunci keberhasilan membuat kue sus adalah pada saat pemanggangan. oven yang digunakan harus betul-betul panas 180C - 200C dan pada saat memanggang jangan sekali-kali membuka oven karena sus akan mengempis. Berikut adalah tips dalam pemanggangan sus: 1. Panaskan oven terlebih dahulu, sampai mencapai suhu 180C - 200C 2. Agar sus matang dengan sempurna, jangan menaruh adonan saling berdekatan, beri jarak yang cukup, sebab dapat berakibat sus menjadi kempis. 3. Selama pemanggangan pintu oven jangan dibuka sebelum masa pemanggangan mencapai waktu 20 menit, hal ini juga dapat mengakibatkan sus menjadi kempis. 4. Agar sus tetap lembut, selesai memanggang sus langsung ditutup dengan plastik, biarkan sampai dingin. (mousiefood)
laguna, sushi tei, tamani

Senin, 11 Oktober 2010

Brokoli Rebus Jamur Hitam dengan Rasa yang Khas dan Unik

DITILIK dari namanya, Sapo Garden memang mengunggulkan makanan sapo. Sapo atau claypot cooking adalah teknik memasak dengan panci keramik atau claypot (tanah liat) yang sudah dikenal sejak zaman Romawi kuno, namun kini lebih populer di negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, China, Jepang, Korea, termasuk Indonesia. Teknik memasak sapo membuat masakan menjadi lebih lezat karena bumbu meresap dan hangat lebih lama. Jadi, ciri khasnya selain rasa yang nikmat, juga kehangatan yang berasal dari claypot. Menurut pemilik Sapo Garden, Fitriani Hamzah, sapo di tempatnya memiliki banyak variasi menu. ”Variasi jenis sapo di sini banyak. Pengunjung bisa memilihnya sesuai kesukaan. Semua merupakan racikan dan buatan chef andal kami. Pokoknya tidak mengecewakan,” ujar Fitriani. Sapo yang bisa dipilih antara lain sapo tahu jepang, sapo tahu sze chuan, sapo tahu cakwe bakso udang, sapo sayur jamur, sapo tahu daging sapi, sapo brokoli, sapo ayam sze chuan, sapo kakap sze chuan, sapo bistik sapi ala Hong Kong, sapo cumi cabai hijau, dan sapo tahu seafood. Yang jadi favorit di sini adalah sapo tahu seafood. Bagi Anda penggemar cumi, udang, ikan kakap, dan daun bawang yang dicampur dengan tofu alias tahu Jepang, pasti menyukai menu satu ini. Tofu-nya berasa gurih dan lembut di lidah. Campuran berbagai seafood yang segar dan bumbu pilihan membuat masakan ini layak digemari. Tak hanya sapo, menu lain yang wajib dicoba adalah brokoli jamur, yaitu brokoli yang direbus dengan jamur hitam. Ada juga lidah sapi cabai rawit atau nasi goreng ikan asin. Tiga masakan tersebut merupakan menu khas Sapo Garden yang tidak akan ditemui di manamana. ”Rasanya khas dan unik. Wajib dicoba,” imbuh Fitriani. Untuk menu sarapan, Sapo Garden menyediakan bubur sapo. Rasanya bisa dipilih, di antaranya bubur polos, ayam, ikan, kepiting, bebek, dan seafood. Anda juga boleh menambah bahan additional, seperti cakwe, telur asin, kepiting stik, bakso, atau udang. Sementara menu dim sum ragamnya, antara lain hakau, kaki ayam tausi, bakpao ayam, somay, pangsit mayones, lumpia, dan ekkado. Dari daftar menu minuman, terdapat beragam jenis pelepas dahaga mulai jus, smoothies, kopi, teh, soda, dan milkshake. Fitriani mengatakan, untuk mendukung langkah hidup sehat, beras yang dipakai di restorannya adalah beras organik, yang ditanam di tanah ramah lingkungan tanpa paparan pestisida sama sekali. Di masa mendatang, Fitriani bakal menerapkannya untuk semua bahan sayur dan buah-buahan. ”Kalau sekarang, sayur dan buah-buahan organik harganya masih terhitung mahal,” katanya. Berbicara harga, masakan di Sapo Garden tergolong terjangkau, berkisar antara Rp20.000– Rp50.000.Meski relatif murah, dari segi kualitas, masakan di sini bisa diandalkan. Apalagi dengan pelayanan yang maksimal, tentu saja Sapo Garden juaranya. Fitriani menargetkan bisa membuka sejumlah cabang di tempat lain pada tahun ini. Sekarang pihaknya tengah melakukan survei lokasi dan persiapan dana. ”Sudah ada rencana untuk membuka banyak cabang di tempat lain. Lokasinya masih dicari, kemungkinan di dalam mal yang baru buka. Target saya, tahun ini bisa buka dua (outlet) lagi. Pokoknya saya ingin usaha ini berkembang terus,” tandasnya

Sumber : okezone
tamani, laguna, sushi tei

takigawa roll Isi Kerang dan Balutan Mayones

RESTORAN ini didirikan berawal dari sebuah ide gila, yakni menyatukan empat hingga lima jenis restoran Jepang menjadi satu restoran. Hasilnya adalah sebuah fusion cuisine, masakan Jepang dengan cita rasa Barat yang lezat dan kaya variasi.

Sejumlah restoran Jepang yang kita temui umumnya hanya menawarkan satu hingga dua jenis tema masakan, bahkan di negeri asalnya sekalipun. Namun seakan mendobrak pakem yang sudah berlaku selama ini, restoran Takigawa hadir dengan konsep hidangan yang menggabungkan empat sampai lima jenis restoran Jepang. Sebut saja mulai dari shabu-shabu, sushi, sashimi, ramen, hingga donburi semuanya bisa Anda temukan di sini.

Petualangan rasa di salah satu cabang restoran ini yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan, dimulai dengan mencicipi takigawa roll. Selintas tak ada yang istimewa dengan empat buah gulungan berisi salmon ini, namun begitu dicoba hello seakan berbagai rasa menyapa lidah.

Asam, manis, legit, hingga akhirnya menimbulkan rasa umami tersendiri. Selain salmon, takigawa roll juga berisi kerang, dan dibalut dengan mayones, serta ikan terbang di atasnya.

Tetapi muskil rasanya jika hanya bahan-bahan itu yang digunakan dapat menghasilkan sensasi rasa yang menakjubkan. Benar saja Andrian Rosano selaku pemilik Takigawa mengatakan, ada secret recipe lain yang dikandungnya.

“Bumbu rahasia ini yang bikin enak dan enggakmungkin ditemukan di restoran lain. Karena kami buat sendiri,” jelasnya. Takigawa roll ini disebut fusion style karena ditambahkan cita rasa ala Barat. Yakni hati angsa yang digemari orang Prancis.

Kini giliran mencoba scallop in dynamite, hidangan ini disajikan dalam kulit kerang yang besar dan dengan sendok kecil untuk menyantapnya. Wow entah apa lagi yang pantas untuk menggambarkan rasa hidangan ini. Lidah bagaikan dikejutkan sekaligus dibuat “meledak-ledak”. Bayangkan saja, kerang dan jamur dibakar bersama keju mozarela. Alhasil si keju meleleh dan lengket di makanan ini. Menyatu dengan bahan lain dan membuat rasa gurih, agak asin dan superlezat. Sausnya, lagi-lagi, yang membuatnya tambah enak.

Yang menyukai udang, harus mencoba yang satu ini, hot and sexy. Udang yang nampak dari penglihatan, ternyata menyembunyikan cabai rawit di dalamnya. Telur pregnant fish turut membuat menu ini makin legit. Cocol ke dalam soyu jika ingin lebih asin.

Dikatakan Andrian, selain ragam sajian menu yang ditawarkan yang membuat restoran ini tak kalah istimewa adalah kebebasan pelanggan untuk memesan makanan seperti yang diinginkan. “Jadi bisa dicustomized, misalnya pelanggan mau ditambahkan cabai rawit dalam gulungan sushi tinggal bilang saja,” kata Andrian.

Untuk yang satu ini, Sigit Nugroho yang juga salah seorang pemilik restoran tersebut mengatakan, karena kurang menyukai seafood terutama ikan, alhasil chef membuatkannya chicken roll yang di dalamnya diberi cabai rawit.

“Rasanya pas dengan selera saya, apalagi ada cabai rawitnya,” ujar Sigit.

Takigawa juga mempunyai nasi bakar yang enak, namanya Takigawa kamameshi. Yaitu nasi dengan belut, cumi, ayam, dan sayur-sayuran yang di-steamdi dalam satu kompor mini yang bentuknya tradisional. Disajikan dalam sebuah kompor kayu. Jangan dibuka dulu tutupnya sampai nasinya berkerak atau sedikit gosong. Justru di sini letak keasyikan menikmati kamameshi. Nasi kemudian diaduk dari bawah agar bahan-bahan di dalamnya tercampur rata. Bisa dinikmati dengan chili flake jika ingin pedas. Nasi ini dimasak dengan air kaldu dan beras yang digunakan pun diimpor.

Masih ada sedikit space, energy ramen yang direkomendasikan oleh Sigit akhirnya pantang tidak dicoba. Ramen sengaja dibuat pedas dan kuahnya meski bening namun terasa kaldunya. Pantas saja namanya energy ramen. Menurut Sigit, ramen ini banyak peminatnya.

Selain menikmati hidangan, pengunjung juga dimanjakan dengan ambiens yang dihadirkan. Restoran ini mengangkat konsep interior suasana Bali. Tamu dapat bersantai bahkan mengangkat kaki di sofa lebar yang disediakan di area oudoor, sambil memandang kolam dengan air terjun yang mengalir. Penasaran? Datang saja langsung ke Takigawa Kemang yang buka mulai pukul 17.00–05.00 WIB.

Sumber : okefood
nelayan restoran, laguna, sushi tei

Minggu, 10 Oktober 2010

Detos Gelar Food Festival Sepanjang Oktober

BAGI Anda para pencinta kuliner, pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos) menggelar program kuliner bertema "Love Food" selama satu bulan penuh pada 1-31 Oktober 2010. Berbagai acara mulai demo masak dan lomba masak menjadi pilihan menarik untuk dilewati bersama keluarga.

Humas Depok Town Square, Anissa Lassa, mengatakan bahwa event kuliner ini baru pertama kali dilaksanakan di Detos dan akan memberikan berbagai penawaran menarik kepada para pencinta kuliner. Para tenant, baik food court maupun restoran yang berpartisipasi juga akan memberikan diskon dan paket spesial.

“Dalam program 'Love Food' ini, kami telah menyediakan berbagai kegiatan yang dapat diikuti oleh customer setia Depok Town Square di setiap akhir pekan yang melibatkan keluarga, misalnya saja ada Kids Cooking Festival, Festival Kreasi Es Campur, Kids Hot Dog Festival, Demo Masak Kreasi Kecap, dan lainnya,” ujarnya kepada Okezone, Selasa (05/10/10).

Anissa menambahkan, setiap hari juga dibagikan kartu resep menarik secara cuma-cuma yang dapat diambil di meja Customer Service. Khusus untuk anak-anak, akan ada acara Kids Cooking Festival pada 17 Oktober mendatang.

“Nikmati pula beragam penawaran menarik maupun paket khusus di outlet-outlet restoran dan food court Depok Town Square yang berpartisipasi dalam program 'Love Food' ini. Jadi bagi Anda pencinta wisata kuliner, jangan lewatkan kesempatan ini!,” tandasnya.



Sumber : okefood
nelayan restoran, laguna sushi tei

Santapan Seru dari Negeri Kanguru


Di atas meja berukuran 3 x 1 meter, Dennis Mifsud beraksi. Tangan koki berpaspor Australia itu asyik meracik menu pembuka Margaret River Wagyu Beef Carpaccio. Muatannya ada daging sapi wagyu, bawang merah, jeruk limau, potongan keju, dan daun peterseli. Bahan-bahan itu kemudian dilulur campuran minyak zaitun dan wine. Oleh Dennis, daging sapi itu diiris tipis dan dibiarkan tidak matang.

Dalam hitungan menit, menu ini sudah tersaji. Meski tampilannya sederhana, rasanya boleh dicoba. Dagingnya empuk begitu dikunyah dan terasa gurih, pas dengan paduan muatan-muatan yang diracik sebelumnya. Dennis menjelaskan bahwa daging sapi wagyu itu versi Amerika dari daging sapi Kobe, Jepang. "Jadi tekstur dagingnya sangat tender (lembut)," kata Misfud di dapur Pacific Restaurant & Lounge, Jakarta, Selasa lalu.

Menu pembuka berikutnya dari koki yang pernah memasak buat musisi Bob Dylan ini adalah Lobster Chili Lime Leaf Broth. Lobster ini dicampur dengan sejenis beras dari Italia yang disebut risotto dan bayam. Tentunya suapan pertama yang masuk ke mulut saya adalah potongan daging lobsternya.

Wah, ternyata dagingnya berasa sedikit manis dan mudah dikunyah. Bumbunya pun cocok dengan lidah saya. Tapi nasi risotto-nya enggan saya habiskan karena ukurannya yang besar-besar.

Menurut Martin Newbery, Direktur Regional Indonesia Trade Office, pemerintah Australia Barat, ini adalah jenis lobster yang hidup di air dingin, berbeda dengan lobster Indonesia yang hidup di iklim tropis. Maka dagingnya terasa lebih padat dan halus. "Sementara lobster tropis dagingnya lebih berlemak," ujar Martin, yang ikut nimbrung dalam jumpa media.

Selanjutnya adalah sajian menu utama: Margaret River Beef Striploin Medallion. Hidangan ini benar-benar jawara. Aroma daging sapinya harum, teksturnya indah nan kenyal. Dagingnya dibuat medium oleh Dennis, tak matang dan tidak juga mentah. Ada rasa gurih yang enak dan cocok di lidah. Striploin adalah daging yang membungkus bagian tenderloin. Lebih lembut dari sirloin, tetapi lebih keras dari tenderloin.

Kemudian dua menu terakhir adalah Doper Lamb Double Lamb Cutlet. "Untuk ukuran domba, dagingnya tidak bau," ujar Manajer Hubungan Masyarakat The Ritz Carlton Dewi Damayanti, yang mencicipi. Menurut dia, yang paling berasa adalah bumbu pedasnya yang masuk ke dagingnya. Adapun untuk menu penutup, Peach Polenta Cake, Dewi memberi dua jempol. "Kue bolu dari bahan jagungnya sangat lembut."

Semua sajian itu berasal dari buah karya Dennis. Sang koki berasal dari bar dan restoran terkenal, Wino's, di Margaret River, Australia Barat. Daerah itu terkenal akan kualitas serta produk anggurnya yang beraneka ragam. Dan kualitas truffle dan minyak zaitun yang biasanya disajikan bersama dengan anggurnya.

Koki yang berwajah mirip aktor pemenang Oscar, Javier Bardem, ini telah melanglang buana ke Asia Tenggara, Eropa, dan Australia. Pada awal 1990-an, ia membangun usaha tata boga di luar daerah Wangaratta, Victoria, Australia. Kini usahanya menjadi populer sehingga mendapat penghargaan dari berbagai program memasak di Australia. "Saya mengisi secara reguler program memasak di salah satu stasiun televisi di sana," tutur Dennis.

Untuk menikmati menu-menu dari Negeri Kanguru ini, tiap pengunjung mesti merogoh kocek sebesar Rp 588 ribu untuk lima menu makan malam, minus pajak. Ada tambahan biaya Rp 200 ribu lagi jika pengunjung mau ditemani wine.

Penasaran? Tema menu ini cuma diadakan sehari semalam pada hari ini di Pacific Restaurant & Lounge.

Restoran itu memiliki konsep dining, yang terbagi dalam empat area, yaitu restoran, lounge, bar, dan private dining room. Restoran ini adalah kombinasi antara buffet dan panggang-panggangan. Tempat itu juga menawarkan sajian teh Inggris dan beberapa koleksi rokok.


Sumber : tempointeraktif
laguna, sushi tei, tamani

Jumat, 08 Oktober 2010

Rumah Makan Sea Food Niagara, Bandung

Julukannya memang terbilang menyeramkan: ikan pembunuh. Boleh jadi Anda bakal mengernyitkan kening mendengar nama menu ekstrem ini. Susah membayangkan jika ikan yang tergolong buas itu disajikan di atas piring kita. Beraroma rempah dan disandingkan dengan nasi putih, sambal, dan lalap.

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa ikan yang terbilang langka dan mulai dilarang diburu oleh organisasi lingkungan dunia ini dagingnya enak disantap. Sebelumnya, hiu lebih banyak dimanfaatkan siripnya untuk dimasak dan dipakai sebagai obat.

Di beberapa tempat di Bandung, santapan daging hiu banyak ditawarkan sebagai menu utama. Bandung? Agak sedikit aneh karena bisa menemukan santapan sea food di kota pegunungan, ratusan kilometer jauhnya dari kawasan pantai utara ataupun selatan.

Tapi inilah Bandung, kota sagalana aya (semuanya ada--Red). “Dan orang memakan hiu juga karena sensasi,” kata Doni H. Yudha, 58 tahun, pemilik Rumah Makan Sea Food Niagara, Bandung.

Sirip hiu di restoran-restoran Cina banyak dipakai untuk bahan sup. Daging hiu biasanya dibakar atau digoreng tepung. Perlu pengolahan khusus karena aroma ikan buas ini cukup amis dan menyengat. “Bau menyengat itu biasanya karena ikan hiunya lagi pas musim kawin. Jadi cari yang ukurannya belum terlalu dewasa,” ujarnya.

Di Restoran Niagara, hiu bidadari oleh Doni diolah dengan aneka rempah. Terilhami bumbu balado dari Aceh dan Padang, juga kesegaran olahan ikan dari Manado, Doni meracik aneka rempah sebagai bumbu oles sebelum hiu itu dibakar. Tapi, sebelumnya, hiu-hiu itu direndam dengan bumbu cabe dan rempah Jawa hingga tiga jam.

Doni mengaku boros dalam memakai cabe. Ada lima jenis yang dipakainya, dari cabe rawit, keriting, rawit kering, keriting kering, hingga cabe tanjung. “Rasanya lebih nyusss dan gurih. Tekstur daging dan rasa ikannya terasa,” kata Riza, 26 tahun, pengunjung asal Kelapa Gading, Jakarta.

Niagara baru satu dari sekian tempat. Agak sedikit ke timur, ikan buas itu diolah secara “rock n roll” oleh Aris di Rumah Kampung Laut Pangandaran. Aris, yang asli dari kawasan Pangandaran, Banjar, memakai bumbu cobek asal kampungnya untuk mengolah ikan pembunuh ini. “Rock n roll karena pedasnya lebih dari biasa, tapi member rasa hangat pada tubuh, tidak panas pada perut,” ujarnya.

Ada yang khas di bumbu cobek Aris. Selain cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan jahe, Aris memakai kencur dan honje--nama lain kecombrang yang rasanya asam segar dan wangi. Semua bumbu itu dibuat mendadak agar terasa lebih segar. Khusus sebagai penghilang amis, Aris mengandalkan bawang putih. “Ada tiga pilihan yang ditawarkan: bakar pedas, bakar biasa, dan rock n roll,” kata Aris.

Harga seporsi hiu bakar masih cukup terjangkau, bahkan untuk ukuran menengah ke bawah. Untuk daging hiu bidadari bakar plus nasi dan segelas hot lemon tea di RM Niagara cukup ditebus dengan Rp 15 ribu saja. Di RM Kampung Laut Pangandaran, per ons ikan hiu bakar ditawarkan Rp 6.000 dengan ukuran rata-rata 1-2 kilogram.

Menyajikan ikan yang terbilang langka setiap hari memang tak mudah. Doni dan Aris sama-sama mengakui, butuh waktu mengenalkan menu yang terbilang ekstrem ini ke konsumen. Meski, boleh jadi ekstremitas itulah yang membuat restoran ini mudah dikenal dan dicari.

Niagara, misalnya, sebenarnya mengandalkan 18-32 jenis ikan laut, di antaranya sidat, barakuda, dan napoleon. Tapi, toh, lima jenis hiu, seperti hiu putih, bidadari, tutul, tiger shark, hingga monster shark, yang jadi menu andalan itulah yang cepat laris manis. Setidaknya 600 piring habis saat akhir pekan atau liburan panjang.

Kondisi tak jauh berbeda dialami Aris. Jika liburan panjang tiba, ia terpaksa menambah stok hingga 25-30 kilogram. Kursi pun terpaksa ditambah. Dan kalau restorannya di kawasan Tubagus Ismail penuh, pengunjung yang tak kebagian tempat bisa ke Jalan Dipati Ukur 21, Bandung.

Masalahnya bukan lagi pada menu ekstrem, melainkan pasokan hiu yang tak mudah didapat. Jika gelombang tinggi, bukan hanya Doni, Aris pun terpaksa jauh memburu ikan-ikan ini. Sejauh ini Doni mengandalkan pasokan dari pantai utara. Aris memilih ikan dari tangkapan warga kampungnya di Pangandaran. Tapi, jika memang susah, boleh jadi Aris terpaksa harus mencari hingga ke Lampung.

Boleh jadi, karena itu pula, beberapa restoran yang awalnya menawarkan masakan ini sebagai menu utama memilih menghapusnya dari daftar menu. Salah satunya Restoran Grafika di kaki Gunung Tangkuban Parahu, Cikole, Lembang, Bandung. “Pasokan ikannya susah. Terpaksa (menu) sering kami hapus, meski ternyata peminatnya banyak juga,” kata Sapto, pengelola restoran.

Akhirnya ekstremitas barangkali tinggal nama. Selera dan rasa, juga pengalaman baru menjelajah kreativitas olahan Nusantara, bisa jadi sering menggoda. Jadi, ikan hiu naik gunung. Hayuuu, Mang, makan hiu di Bandung....
Sumber : tempointeraktif
laguna, sushi tei, table8

Kamis, 07 Oktober 2010

Kedai Kebab Mumtaaz Gajah Mada

BEBERAPA bulan terakhir, sering terlihat gerobak-gerobak atau kedai makanan khas Timur Tengah ikut meramaikan penjual makanan di pinggir jalan strategis Kota Tegal.

Jenis makanan utama yang disajikan adalah kebab berupa daging panggang yang dimodifikasi dan dicampur dengan telur, sayuran, daging ayam dan saus hingga menyerupai makanan cepat saji lainnya seperti hot dog dan pizza.

Selain Kebab, juga terdapat makanan lainnya seperti roti maryam, syawarna, sambosa dan konde. Harganya pun cukup terjangkau dimulai dari Rp 7.000 hingga Rp 12 ribu.

Menurut Hussein Ibrahim (29), salah seorang pengusaha kebab dengan membuka kedai Mumtaaz, kebab maupun makanan Timur Tengah lainnya yang diproduknya memiliki sedikit selera rasa jauh beda dibandingkan penjual kebab lainnya di Kota Bahari ini.

Salah satunya adalah racikan daging dan bumbunya meresap di lidah jika dimakan, sehingga membuat lebih gurih serta enak, dimana masyarakat akan menjadi ketagihan. "Apabila disesuaikan dengan rasa asli timur tengah, takutnya lidah orang indonesia protes, karena asing," ucapnya.

Ide memproduksi kebab ditemukannya saat membaca majalah makanan dan terlintas di pikirannya untuk membuka kedai. Kedai yang diberi nama Mumtaaz, baru dibuka sekitar dua bulan lalu dan terletak di Jalan Gajah Mada, sudah menunjukkan hasil yang cukup memuaskan.

"Sebab, saya telah memiliki dua cabang disini, yakni kedai kebab di Alun-Alun dan jalan Gajah Mada. Dari dua cabang tersebut, omzet yang diperolehnya selama dua terakhir sekitar Rp 30 Juta," ujarnya.

Ia menambahkan, pelanggan makanan khas ini kian bertambah banyak. Dan pelanggan tidak hanya berasal dari Kota Tegal saja, tapi juga berasal dari luar Tegal seperti Semarang, Jakarta, dan Kuningan. Pasalnya, promosi usahanya yang digencarkan hanya melewati internet, yakni facebook dimana sedang membooming.

Sedangkan, radio dan media cetak belum pernah sama sekali. Tapi, promosi lewat facebook cukup bagus, karena telah memiliki pelanggan hampir 100 dalam waktu dua bulan.

"Saya optimis usaha ini diharapkan bisa lebih meningkat di kemudian hari, sehingga bisa memperluas cabangnya hingga kota-kota besar maupun dunia, karena peluang bisnis makanan takkan pernah ada matinya sampai kapanpun," ungkapnya.

Sumber     : suaramerdeka
Lihat juga : laguna, sushi tei, nelayan restoran

Berani Mencoba 10 Hidangan Teraneh Negeri Sakura

Mau lihat berbagai hidangan dari negeri sakura yang paling eneh menurut lidahnya orang Indonesia.
Silahkan lihat dibawah! anda punya nyali mencoba!


1. Shirako 
 Wahh.. dari tampangnya  sepintas mirip usus sapi, tapi ternyata ini adalah Shirako, yang merupakan alat kelamin laki-laki ikan dan sebuah kantung yang berisikan sperma. Shirako menjadi hidangan populer di pub-pub yang ada di Jepang (Izakaya) dan sushi bar.

 Shirako yang sepintas mirip dengan usus sapi

2. Inago no Tsukudani 
“Inago no Tsukudani” adalah masakan tradisional Jepang yang populer di masyarakat pedesaan daerah Yamagata, Nagano, dan Gunma. Mungkin kemasannya sedikit berbeda dengan gorengan serangga yang ada di Indonesia.
“Inago” yang berarti belalang di rebus dengan “tsukudani”, yaitu kecap manis dan ditambah bumbu-bumbu khusus ala Jepang. Mau coba? Hehehe..

Inago no Tsukudani, rebusan belalang yang populer di Jepang

3. Basashi
“sakuraniku” adalah sebuah nama untuk daging mentah kuda. “Sakura” yang berarti bunga sakura mekar dipadukan dengan “niku” yang berarti daging. Namun, jika dihidangkan dengan irisan tipis sashimi akan menjadi “basashi”. Makanan ini terkenal di daerah Kumamoto, Nagano dan Oita dan menjadi makanan yang umum juga di wilayah Tohoku.



Basashi, daging kuda mentah disajikan dengan ala sashimi

Selain dagingnya, ada juga makanan penutup berupa es krim yang terbuat dari daging kuda “es krim basashi”. Eww.. rasanya kaya apa yah??

Es krim Basashi dengan kemasannya yang bergambar kuda

4. Natto
Nahh.. makanan yang satu ini mungkin udah ga asing lagi buat kita. Natto adalah makanan hasil fermentasi kedelai yang berbau cukup menyengat dan sangat lengket seperti jaring laba-laba biasanya disajikan sebagai menu sarapan di Jepang.

Natto yang menjadi menu sarapan di Jepang

5. Fugu
“Fugu” adalah kata dalam bahasa Jepang untuk ikan buntal. The kanji karakter yang digunakan untuk menulis Fugu secara harfiah memiliki arti babi sungai. hahaha.. lucu banget babi aer =P
Daging fugu bisa dimakan, tetapi kulit, hati dan ovariumnya mengandung sejumlah racun mematikan tetrododoxin. Jika salah satu unsur ini dikonsumsi maka racunnya akan melumpuhkan otot-otot, sementara korban tetap sadar sepenuhnya dan akhirnya bisa meninggal karena sesak napas.
Restoran di Jepang bisa menyajikan daging Fugu jika dilakukan oleh koki Fugu yang memenuhi syarat. Jadi, jangan pernah coba-coba untuk makan ikan ini kalo kita ga punya keahlian khusus ^^


Tidak sembarang orang bisa menyajikan Fugu sebagai makanan
6. Hachinoko
Ketika bar lokal di Jepang kehabisan kacang untuk cemilan dan kita memerlukan asupan protein yang cukup untuk kembali beraktifitas, maka larva lebah Hachinoko” yang renyah ini bisa jadi penggantinya. hehehe..



Larva lebah "hachinoko" juga menjadi makanan populer
Larva lebah ini ternyata menjadi hidangan favorit almarhum Kaisar Hirohito dicampur dengan nasi yang dibumbui kecap dan gula. Waduh.. tampangnya engga banget nih >_<


Hachinoko yang dicampur dengan nasi dan bumbu-bumbu

7. Zazamushi
Makanan lain yang tersedia secara luas di Jepang baik dalam kemasan kalengan atau di restoran, adalah zazamushi (serangga yang hidup di air). Zazamushi sebenarnya bukan serangga, tapi sebuah nama yang diterapkan pada larva serangga yang hidup di dasar sungai. Serangga “Mushi” yang berada di tempat, di mana sungai membuat suara “zaazaa” ketika mengalir. Lucu banget bikin namanya hehehe.. zaaazaaa…zaaazaaaaaaa…. ^^


Semangkuk Zazamushi yang disajikan didalam mangkuk

8. Kujira & Iruca
Bukti nyata bahwa di Jepang, ikan paus “kujira” masih dikonsumsi sebagai makanan dalam hidangan berupa sashimi. Wahh.. saya tidak menyarankan untuk yang satu ini, soalnya paus termasuk hewan yang dilindungi dan sudah terancam populasinya.


Save The Whales

Bahkan lumba-lumba “iruca” yang lucu berakhir naas di dalam kemasan di supermarket. Ckckck..


Save The Dolphins

9. Shiokara
Shiokara adalah makanan hasil laut yang sudah difermentasi dengan rasa yang asin dan amis.

Shiokara, campuran makanan dari hasil laut

10. Shirouo no Odorigui
Shirouo adalah sebuah nama untuk ikan kecil yang transparan. Disebut Shirouo no Odogui, karena ikan-ikan ini dimakan secara hidup-hidup yang kemudian akan terasa seperti menari-nari dimulut kita “odorigui”.

Shirouo no Odorigui, ikan-ikan kecil yang akan menari-nari dimulut


Sadur        : makanpaya
Lihat Juga : laguna, sushi tei, tamani
, table8

Rabu, 06 Oktober 2010

Beberapa Tempat Makan di Bandung Dengan Live Music

Berkunjung ke Bandung kiranya belumlah lengkap apabila belum berwisata kuliner dan berwisata Tempat Makan Bandung atau seputaran kota Bandung yang nyaman dan asri.

Tempat Makan Asik dari restoran mewah, kafe yang nyaman, warung makan yang murah, semua dapat ditemukan di Bandung. Dari harga yang mahal untuk jamuan mewah, atau harga yang murah untuk sekedar nongkrong mengisi perut semua lengkap di Bandung.

Makanan khas Bandung seperti Batagor dan kue-kue lain juga tetap merupakan favorit sebagai oleh-oleh dari kota Bandung dan menjadikan sebuah kunjungan ke Bandung menjadi tidak lengkap tanpa membawa buah tangan Batagor yang harum gurih serta Brownies kukus yang manis dan legit.

Berikut adalah daftar restoran, kafe, dan warung tenda, Tempat Makan Bandung yang layak dikunjungi dan jangan sampai terlewatkan untuk melengkapi daftar kunjungan Anda ke Bandung.

Yuk kita mulai cari Tempat Makanan dan Tempat Minuman dari wilayah atas Setiabudi.

The Peak : Tempat Makanan yang nyaman dan bagus untuk menikmati pemandangan dan bersantai dengan hawa yang sejuk. Tempat ini cukup membutuhkan waktu untuk mencapainya dari pusat kota Bandung, jangan jadikan tempat ini untuk sekedar mengisi waktu makan siang dari kantor. Makanan yang disediakan tidak terlalu istimewa alias standar, namun cukup enak.

Kampung Daun : Disarankan mengunjungi Tempat Makan Daerah ini pada waktu sore atau malam, karena suasana yang ditawarkan akan lebih terasa nyaman dan indah di sore hari atau malam hari. Makanan cukup enak namun tidak terlalu istimewa. Tempatnya nyaman dan unik (Tempat Minuman), dirancang untuk bersantai dan menikmati suasana dengan tempat duduk yang nyaman.

Balcony : sebuah resto di kompleks bangunan Hotel Bilique dan Fame Station di Jalan Sersan Bajuri. Mereka memiliki pilihan menu untuk masakan Canton yang lezat, dan tempat makan pribadi. Disetiap meja makan terdapat dalam sebuah Cubicle, jadi terasa lebih nyaman.

Bergerak turun dari perbukitan, masih di wilayah Setiabudi kita bisa berkunjung ke tempat makan di bawah ini:

House du Chocolait : atau House de Chocolate, or something like that deh. Berada di kompleks Apartment Setiabudi, dan semua tentang coklat dapat ditemukan disini. Bila Anda pecinta coklat atau ingin menaikkan badan secara instan, dapat Anda lakukan dan memuaskan hasrat Anda disini.

Daeng Tata: Belum lama dibuka di Bandung. Oke, ini memang makanan khas Makassar, tapi nikmat sekali menikmati Sop Konro panas, atau Iga Bakar yang gurih sehabis hujan yang dingin di Bandung.

Untuk yang senang bersantai di kafe, Bandung memberikan banyak pilihan Tempat Makan Asikuntuk menikmati makanan dan beberapa tempat dengan live music.




Sumber     : sijanggut.blogdetik
Lihat juga : laguna, sushi tei, tamani

Selasa, 05 Oktober 2010

Semarang Surganya Wisata Kuliner

Menurut catatan sejarah, Semarang sudah dikenal sebagai kota pelabuhan dan perdagangan yang berpengaruh di pulau Jawa sejak berabad-abad silam. Banyak pedagang dari berbagai negara datang melalui kota pelabuhan ini. Pedagang-pedagang dari Gujarat, India, Eropa, China, Timur Tenga dan Melayu pernah menyambanginya. Ada banyak motif, misalnya untuk berdagang, mencari rempah-rempah hingga misi penyebran agama

Rekam jejak peninggalan bangsa-bangsa asing masih jelas terlihat dipenjuru kota Semarang. Mulai dari Kawasan Kota Lama yang merupakan peninggalan bangsa Eropa, Kawasan Pekojan atau biasa di sebut Kampung Koja yang merupakan basis masyarakat muslim India. Selain itu juga ada Kampung Melayu yang merupakan pusat kegiatan masyarakat Melayu Arab, dan Kawasan Pecinan di Gang Lombok yang di dominasi warga keturunan Tionghoa

Kedatangan bangsa asing juga membawa pengaruh terhadap budaya lokal lewat proses akulturasi budaya. Mulai dari arsitektur bangunan, tata kota, kesenian tradisional hingga makanan. Salah satu hasil perkawina budaya ini menghasilkan seni kuliner blasteran yang tampil degan bentuk dan cita rasa yang unik. Banyak sekali tempat makan di Semarang yang menyajikan menu hasil kawin silang yang sudah melegenda

Contoh masakan hasil kawin silang yang terkenal di Semarang misalnya Lunpia yang merupakan hasil perkawinan seni kuliner China-Jawa. Galantin (galantine), dan Kroket (produk silang Indo-Belanda). Sementara itu dikawasan Pekojan dan Kampung Melayu, masyarakat muslim lebih suka menyantap bubur sambal dan kurma saat berbuka puasa yang merupakan perpaduan budaya lokal Jawa - Timur Tengah.

Selain itu, Semarang juga punya makanan dengan selera tradisional yang menggoda, misalnya Soto Semarang, Nasi Pecel, Nasi Ayam, Jamu Jun, Wedang Sekoteng, Wedang Ronde, Wedan Kacang, Ganjel Rel dll. Asyik bukan? Jika Anda pecinta wisata kuliner, jangan lewatkan mengunjungi Semarang dan menikmati berbagai sajian yang mengundang selera. Mulai dari menu tradisonal hingga blasteran semuanya ada di Semarang.



Referensi   : visitsemarang
Lihat juga  : nelayan restoran, laguna, tamani

Hidangan Bebek yang Makin Unik

HIDANGAN bebek kini sedang tren di Bandung. Di kota kembang ini makin banyak rumah makan dan warung-warung khas yang menawarkan hidangan daging bebek. Tentu saja ini menjadi peluang bisnis yang menggiurkan di Parijs van Java ini. Karena itu, tidak heran banyak yang mencoba terjun dalam bisnis mengolah daging unggas akuatik ini.

Salah satu anak muda Bandung yang berani terjun dalam bisnis bebek yang kompetitif ini adalah Ali Bagus Antra Suwantara dan Wawan Wardani. Keduanya bukan alumni sekolah perhotelan atau memasak, melainkan jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka pun berani terjun ke bisnis kuliner daging bebek dengan membuka rumah makan Bebek Segar Merangsang alias Bebek Garang. Ini merupakan salah satu sajian unik khas Bandung.

Menurut Ali Bagus, menu daging bebek olahan mereka diberi nama yang tidak standar. Bayangkan saja, di Bebek Garang terdapat menu bebek debus, bebek kagok negro, bebek greenpeace, dan bebek 70.

"Yang paling banyak dipesen konsumen biasanya bebek debus atau bebek 70," ujar Ali kepada Tribun akhir pekan lalu di Jalan Braga.

Bebek debus, menurut pemuda berusia 27 tahun ini, adalah menu khas dari Rangkasbitung atau dikenal juga dengan nama Lebak, satu kabupaten di Provinsi Banten. Untuk mengolah bebek debus, daging bebek akan dibakar dengan cara khusus.

"Ini bebek bumbu pedas. Tapi pedasnya pas. Tanpa dicocol sambal, pedasnya enak. Orang yang tak suka pedas pun akan suka," kata pemenang penghargaan Shell Live Wire Bussiness Start-Up Awards 2010 ini.

Kalau ingin mencicipi olahan bebek yang orisinal, seperti digoreng, maka sebaiknya memesan bebek 70. Nama bebek 70 bukanlah nama untuk sepeda motor merah yang ngetop tahun 1970-an hingga kerap diberi nama bekjul alias bebek 70.
Bebek 70 adalah olahan daging bebek orisinal. "Daging bebek digoreng sehingga garing di luar dan lembut di dalam," kata Ali.

Selain bebek garang, masih banyak ragam pengolahan daging bebek di kota kembang. Pilihan tempat untuk menikmati bebek pun semakin beragam. Seperti di warung bebek A Yayo di MTC Soekarno Hatta, pengunjung bisa memesan bebek sesuai porsi. Bisa pesan satu ekor utuh, setengah, dan seperempat ekor.

Menunya pun cukup beragam. Selain bebek bakar dan goreng, andalan lainnya adalah sup bening bebek. Di dalam sup ini selain ada daging bebek, juga ada sayuran dan jamur shiyoko dari Jepang. Sup ini terasa begitu gurih dan segar, dan sangat cocok disajikan baik di siang hari maupun malam hari. Harganya pun terjangkau untuk kalangan menengah.

Di resto Bandoengsche Melk Centrale (BMC) di Jalan Aceh No 30, Bandung, ada juga menu bebek goreng organik. Menurut pihak pengelola bebek, organik tersebut didatangkan dari Karawang dengan tempat penangkaran khusus sehingga bebek-bebek ini tak berkeliaran di sembarang tempat. Bebek-bebek itu pun mendapat perawatan ekstra sehingga saat diolah aroma dan rasa dagingnya pun sangat berbeda dari daging bebek pada umumnya.



Sumber : tribunjabar
Lihat juga : laguna, sushi tei, tamani, nelayan restoran

Senin, 04 Oktober 2010

Godong Ijo

Ingin menikmati suasana santai bersama keluarga dalam suasana yang berbeda? Anda dan keluarga dapat berkunjung ke Godong Ijo. Disini, Anda dapat menikmati berbagai makanan istimewa dalam suasana cafe yang elegan. Tempat ini juga sangat cocok jika Anda ingin berwisata bersama anak-anak karena terdapat fasilitas arena bermain yang luas, memperkenalkan satwa-satwa unik atau mengajak mereka memancing bersama. Liburan bersama keluarga akan terasa menyenangkan dengan mengunjungi Godongijo.

Memasuki cafe ini, Anda akan dibuat serasa memasuki "hutan", karena cafe ini didesain dengan konsep "hutan di tengah kota". Berbagai macam fasilitas seperti taman asri yang ditanami pepohonan langka yang telah berusia puluhan tahun akan memberikan kesan Hutan Alami, dilengkapi dengan Kolam Ikan Koi, Kolam Ikan Alligator, Kolam Ikan Arapaima Gigas (Fresh Water Mammal) akan menyegarkan pikiran Anda dari kesibukan sehari-hari.

Godong IjoAnda dapat melihat dan berinteraksi dengan satwa-satwa unik koleksi Godong Ijo, seperti Kura — Kura Raksasa terbesar di dunia, Ular Raksasa terbesar di dunia dan Ular Phyton Albino. Kehadiran satwa-satwa ini selalu menarik perhatian para pengunjung, khususnya anak-anak Cafe Godong Ijo juga menyediakan tempat bermain anak yang luas dapat menampung 300-an anak sehingga meraka dapat bermain dengan bebas disini.

Untuk Anda yang gemar memancing terdapat Danau Pemancingan yang dilengkapi saung dan rakit. Sebagai salah satu sarana menambah pengetahuan anak, Anda dapat memperkenalkan Miniatur Ekosistem dan Fishing for Kids.

Ada 2 sistem pemancingan yang ditawarkan. Yang pertama sistem Fun Fishing, pengunjung dapat memancing dengan sistem kiloan dan hasil pancing dapat dimasak ditempat di bakar, goreng atau dijadikan sop ikan yang lezat. Bagi penggila mancing (mania mancing) dapat pula memancing system jackpot dimana pengunjung akan mendapatkan jackpot bila berhasil menangkap ikan jackpot (syarat dan ketentuan berlaku).

Cafe ini dilengkapi dengan meja "Round Table" yang terbuat dari kayu jati pilihan yang telah berusia ratusan tahun dan juga kursi dan furniture yang antik dan elegan. Kesan mewah sangat terasa di cafe ini sehingga sangat cocok untuk berbagai acara seperti menjamu relasi bisnis, jamuan karyawan perusahaan (company gathering), meeting (dilengkapi screen, OHP, microphone), menjamu tamu kehormatan, kumpul keluarga (family gathering), arisan keluarga, acara ulang tahun, halal bihalal, maupun hanya untuk sekedar menghabiskan waktu istimewa bersama keluarga.

Bagi Anda yang harus berinteraksi dengan dunia maya, fasilitas Free Hot Spot dapat dinikmati dengan bebas di cafe ini.


Menu Khas Godongijo


Menu Godong IjoSiapa yang tidak kenal "Sayur Asem", pastilah semua orang sudah pernah mencoba sayur asem tetapi sayur asem khas Godong Ijo ini sangat unik dan nikmat karena dicampur dengan "Kecombrang" dan juga dapat dipilih tambahan isi udang, daging sapi atau tuna yang semuanya sama — sama lezat. Ditemani dengan sambal "Kecombrang" yang unik dan segar yang menggugah selera, aneka makanan khas sunda yang tersaji menjadi lebih menggoda. Inilah yang membedakan cafe ini dengan cafe lainnya.

Ikan Gurame adalah salah satu menu andalan di cafe ini. Ikan gurame dapat disajikan dengan cara digoreng tepung panir ala Thailand ditemani sambal Thailand, Gurame Pecak atau Gurame bakar. Selain ikan Gurame, da pula ikan Patin, Mas, Lele yang dapat dipilih untuk disajikan dengan cara dibakar, digoreng atau asam manis.

Jangan lupa untuk mencoba menu Bebek Peking Bumbu Bali Kacang Mede, dan Bebek Peking Kalasan. Menu seafood yang wajib dicoba adalah Udang Asam Manis dan Udang Telor Asin yang menjadi menu favorit pengunjung karena keunikan rasanya dan yang pasti harganya tidak berat dikantong. Menu yang tak kalah menariknya yaitu aneka Masakan Thailand, mulai dari Nasi Goreng Thailand (Ayam, Udang, Ebi), Tom Yum (Sop Ayam, Udang Thailand), Ayam Kacang Mede ala Thailand (Kai Phad Phed Mamuang) hingga panganan ringan ala Thailand yaitu Singkong Thailand (Munchium) dan berbagai minuman Thailand (Thailand Tea, Thailand Coffee. Cendol Mutiara Thailand). Jenis sayuran lain yang tersedia adalah Cah Kangkung, Cah Pok Coy, Pecel Semarang dan lalapan.

Suasana bersantap akan terasa menyegarkan karena Anda sapat bersantap di saung saung di tepi danau yang nyaman. Suasana Danau Pemancingan dengan nuansa taman yang asri akan menambah kepuasan pengunjung.

Berkunjung ke Godong Ijo bersama keluarga maupun para sahabat akan menjadi pengalaman wisata yang menyenangkan. Suasana yang asri, fasilitas yang lengkap, makanan yang lezat dan pelayanan yang ramah akan menjadikan tempat menjadi tempat favorit untuk bersantai.

* Harga makanan: Rp 8.000 - Rp. 55.000
* Harga minuman: Rp 3.000 - Rp 12.000
* Buka: Setiap hari
o Senin - Jum’at pukul 09.00 - 17.00 WIB
o Sabtu - Minggu / Hari Besar pukul 09.00 - 17.00 WIB


Godong Ijo
Jl. Raya Cinangka No. 60
Serua, Bojongsari
Depok 16517




Referensi  : kumpulan.info
Lihat juga : nelayan restoran, laguna, sushi tei, tamani

‘The sushi of Holland’.

Masyarakat Belanda senang mengonsumsi ikan. Salah satu jenis ikan yang mereka konsumsi adalah herring (ikan haring) yang ditangkap dari Laut Utara.

Herring segar direndam dengan air garam, dibuang kepala dan tulangnya, lalu disajikan mentah. Karena dimakan mentah itulah herring bisa dibilang ‘The sushi of Holland’.

Cara memakannya adalah dengan mengangkat bagian ekornya dengan tangan, lalu memasukkannya ke mulut dengan kepala menengadah. Unik juga ya?

Dalam situs Vlaggetjesdag, disebutkan bahwa proses pembersihan isi perut ikan herring ada teknik tertentu: bagian pankreas ikan tidak dikeluarkan. Teknik itu ditemukan oleh Willem Beukelszoon pada tahun 1380. That pancreatic enzymes let the fish ripen.

Ikan haring pernah ‘terlibat’ dalam sejarah Belanda. Pada tahun 1572, dengan dikomandoi Philip IV, tentara Spanyol mengepung kota Leiden. Pengepungan yang berlangsung selama lima bulan (Mei-Oktober) membuat warga kota Leiden kelaparan. Namun, Raja William van Orange berhasil menumpas dan mengusir tentara Spanyol. Warga Leiden pun merayakannya dengan makan roti dengan herring.

Hingga saat ini, peristiwa bersejarah itu masih diperingati setiap tanggal 3 Oktober. Berbagai kegiatan diadakan pada tanggal itu. Salah satunya adalah makan roti dan herring bersama pukul 6 pagi di Kantor Balaikota. Pemerintah kota Leiden memang menyediakan roti dan herring mentah secara gratis untuk masyarakat.

Atraksi makan herring juga bisa disaksikan pada musim herring yang dimulai pada hari Sabtu di akhir bulan Mei. Hari itu disebut Vlaggerjesdag yang berarti Hari Bendera. Kapal-kapal dengan berbagai ukuran dihias dengan bendera Belanda di pelabuhan Scheveningen, dekat Den Haag. Masyarakat sekitar memakai pakaian tradisional dan menari-nari diiringi musik tradisional setempat. Acara tersebut kini menjadi daya tarik turis mancanegara.

Sebuah situs menyebutkan, ada tiga alasan mengapa Anda sebaiknya mencoba ikan herring:

1. Rasanya enak
2. Herring mengandung kadar omega 3 yang lebih tinggi dari salmon.
3. Seorang wanita Belanda yang pernah mencapai umur 115 mengatakan bahwa rahasia umur panjangnya adalah ‘tetap bernafas dan makan herring’.

So, kalau ke Belanda, jangan lupa mencicipi herring ya! =)

Sumber    : goorme
Lihat juga : laguna, sushi tei, tamani

Kamis, 30 September 2010

“Sosis Galler Wurst” Roemah Nenek

Roemah Nenek Resto & Cafe terletak di Jalan Taman Cibeunying Selatan, tak jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Jika melewati jalan ini, mungkin Anda tidak akan menyadari keberadaan resto & cafe ini, karena sekilas terlihat seperti rumah-rumah pada umumnya, dan hanya ditandai dengan banyaknya motor dan mobil yang parkir di depannya. Namun saat Anda memasuki bangunan Roemah Nenek, baru akan terasa suasana rumahan dengan aroma masakan penggugah selera yang membuat Anda tak sabar untuk segera mencicipi.

Dengan nama unik 'Roemah Nenek', resto & cafe ini dulunya merupakan kediaman dari orang tua sang owner yang telah berumur. Inilah sebabnya tempat ini tertata sangat asri, terasa sejuk, dan dipenuhi pepohonan. Kemudian, pemilik Roemah Nenek menyeting tempat ini sedemikian rupa, agar Anda seolah-olah tengah berkunjung ke rumah kakek dan nenek di kampung yang kegiatannya bercocok tanam. Setting ini ditambahi pula dengan arsitektur art deco seperti rumah-rumah tahun 1920-an. Pastinya, Anda akan bisa merasakan suasana santai dan nyaman seperti sedang berada di rumah orang tua sendiri.

Roemah Nenek sendiri lahir dari ketidaksengajaan. Berawal dari reuni sebuah SMP di Bandung, hingga sang owner akhirnya memutuskan membuat tempat makan yang dapat digunakan sebagai tempat berkumpul dengan teman-temannya, sekaligus menjadi lahan bisnis. Dengan resep-resep unggulan keluarga ditambah hasil eksplorasi koki di bawah pengawasan owner, resto & cafe ini akhirnya mampu menghasilkan menu makanan bercitarasa tinggi yang kadang tidak ditemukan di tempat lain.

Dari Nasi Merah sampai Steak Lidah
Jika Anda mengunjungi Roemah Nenek, jangan lupa memesan makanan andalan seperti “Chicken Taragon”, “Nasi Lidah Jamur”, “Nasi Timbel Roemah Nenek”, “Sosis Galler Wurst”, “Nasi Tutug Roemah Nenek”, sampai “Nasi Bakar Merah”. Menu yang terakhir ini adalah nasi dari beras merah yang dibungkus daun pisang, dibakar, dipotong-potong, dan disajikan dengan pepes ayam, lalab sambal, serta kerupuk. Rasanya? Hmmm...jangan ditanya!

Disamping masakan Indonesia, Roemah Nenek juga menyediakan makanan ala barat seperti steak, Italian pizza, pasta, noodles, dan salad. Sebagai tempat makan untuk keluarga, Roemah Nenek juga menyajikan menu untuk anak kecil maupun pembeli lanjut usia, seperti “Steak Lidah”. Dengan bahan baku dari lidah sapi, steak ini terasa jauh lebih lembut dibanding steak biasa.

Asyiknya, Anda bisa melahap aneka menu unik di sini dengan harga terjangkau. Cukup dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 13.500 sampai Rp 31.500, Anda akan mendapatkan makanan-makanan yang bercitarasa tinggi.
Minuman Unik yang Menarik Selebritis
Setelah menyantap makanan, tak lengkap rasanya jika Anda tidak memilih varian menu minuman yang ditawarkan Roemah Nenek, termasuk memilih jenis minuman panas atau dingin. Salah satu minuman dingin yang menjadi andalan cafe & resto ini adalah “The Blues”, yaitu jus nanas dicampur dengan Pepsi Blue dan lemon segar. Kemudian di pinggiran gelas ditaburi garam. Rasanya sangat unik. Percampuran rasa manis, asam, dan asin, namun sangat menyegarkan.

Bagi Anda yang menginginkan minuman panas di malam hari, Anda bisa mencoba “Jahe Rempah”, yaitu air jahe yang dicampur dengan gula aren, kemudian ditambahi kayu manis. Sementara bagi Anda yang menginginkan minuman unik, dapat mencoba Khatulistiwa, yaitu juice yang berasal dari campuran sayur-sayuran hijau, ditambah dengan leci dan lemon.

Dengan dana mulai dari Rp 4.500 sampai Rp 17.500 saja, Anda dapat memilih aneka minuman yang tersedia di Roemah Nenek. Dengan variasi menu dan citarasa tinggi yang ditawarkan, tak heran jika artis-artis sekelas Maudy Kusnaedy, Rita Effendy, Hedy Yunus, Armand Maulana, dan Dewi Gita, sering terlihat bersantap di tempat ini.
Cozy with the Music
Bagi Anda penikmat musik, tak ada salahnya mencoba mengunjungi Roemah Nenek. Pasalnya, sejak Rabu sampai Sabtu resto & cafe ini menyuguhi pengunjung dengan live music reguler. Jadi mulai pukul 19.30 WIB sampai 22.30 WIB, Anda bisa menikmati alunan beragam genre musik, mulai dari jazz, klasik 80's, country, reggae, dan top 40’s. Sementara live music yang dilihat pengunjung setiap hari Minggu, akan menghadirkan teman berbeda-beda seperti Beatles Night, Elvis Night, atau Bee Gees Night.

Selain itu, Roemah Nenek juga bisa Anda gunakan sebagai tempat kegiatan massal, seperti acara reuni, pesta ulang tahun, sampai arisan keluarga. Soal anggaran, owner Roemah Nenek menjanjikan jika dana yang dibutuhkan dapat disesuaikan dengan budget penyewa.

Sedang bagi penyelenggaraan rapat kantor, resto & cafe ini juga menyediakan meeting room yang mampu menampung sampai 40 orang peserta. Semua itu ditunjang dengan keberadaan hotspot yang dapat digunakan dengan bebas untuk kebutuhan Anda.

Bagi Anda yang berencana berkunjung ke Roemah Nenek, cafe & resto ini beroperasi mulai pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB pada hari Senin – Sabtu, dan tutup pada pukul 24.00 WIB pada hari Minggu. Namun, jangan sampai Anda dibuat kaget saat mendatangi Roemah Nenek di jam makan siang atau makan malam, karena resto & cafe ini akan disesaki pengunjung. Terlebih pada hari Minggu, bisa jadi Anda masuk dalam waiting list, saking penuhnya pengunjung yang memadati Roemah Nenek.

Sumber : seindystraveling
Lihat juga :
nelayan restoran
laguna
tamani

Kambing Bakar Terlezat ke-2 di Cairo

Kalau Anda kapok melahap daging kambing yang berakibat naiknya kadar kolesterol ataupun tekanan darah, tidak demikian saat mencoba olahan kambing muda di Kambing Bakar Cairo. Dengan menyeleksi kambing yang akan dipotong, daging kambing jadi rendah kolesterolnya. Selebihnya, racikan rempah-rempah yang digunakan terbukti membuat bau daging kambing jadi tak menusuk hidung, dan membuat Anda ketagihan melahapnya.

Daging kambing memang bisa menaikkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Tapi tunggu dulu, itu sebenarnya hanya jika kambing yang diolah bukan kambing muda. Dengan menyeleksi langsung usia kambing maksimal tiga bulan, Anda bakal mendapat hasil olahan daging kambing yang rendah kolesterol, sekaligus kurang bau (kambing).

Jika cara memotong dan menyayat daging sudah tentu punya trik khusus, kambing pun harus sehat saat dipotong untuk mendapatkan rasa yang baik. Sebaliknya, Jika kambing sedang mengidap penyakit atau tidak dalam kondisi fit saja, bau bakaran mungkin tercium lezat, tetapi rasanya akan lebih hambar. Sehingga, mendapat penjual yang memperhatikan masalah ini akan susah ditemukan, karena rata-rata pedagang membeli daging dari pasar dalam kondisi sudah terpotong. Terlebih untuk mencari penjual daging olahan yang punya resep khusus, sehingga daging kambing bukan saja tanpa bau menusuk hidung, tidak alot, sekaligus nikmat disantap.

Rasa Dahsyat, Daging Lembut Banget
Sesuai nama restonya, Kambing Bakar Cairo menyajikan menu andalan kambing bakar muda. Tak cuma menyebut "muda", pemiliknya, Novel, memastikan sendiri kambing dipotong sesuai usianya, Ia bahkan mengumpulkan sendiri kambing sebelum dipotong, dan kalau perlu mengobati kambing jika hewan tersebut mengidap penyakit. Pastinya, ketatnya quality control inllah yang membuat pengunjung dari kalangan perkantoran selalu memadati resto kala makan siang tiba. Kemudian jika malam menjelang, giliran pengunjung keluarga yang meramaikan resto di kawasan wisma Garia itu.



Lalu jika kalangan artis dari Lidya Kandow, Edi Brokoli, Rizki The Titans, hingga Primus adalah sedikit artis yang teringat pernah mengecap daging kambing di sini, Kambing Bakar Cairo belakangan kerap dikunjungi turis-turis mancanegara. Pasalnya, bumbu khusus yang digunakan berhasil membuat konsumen yang tidak senang daging kambing pun jadi bisa melahap potongan iga atau punggung kambing. Sehingga tak cuma rasanya saja yang dahsyat, tapi juga karena daging yang disajikan sangat mudah dikunyah. Lembut banget!


Kambing Bakar Cairo
Memakai nama restonya, menu olahan daging kambing yang jadi unggulan ini biasanya disajikan dengan roti Maryam atau Cane, atau bisa juga dengan nasi putih yang masih hangat. Setelah dibakar, daging disajikan di atas hotplate yang langsung dibolak-balik untuk mematangkannya, sekaligus agar tidak gosong.

Sedang untuk pilihan menu, Anda bisa mencoba daging kambing seberat 250, 350, hingga 500 gram, dengan harga Rp 35.000 hingga Rp 50.000. Kemudian, Anda masih bisa mencoba varian menu menarik lain, seperti Nasi Goreng Kambing Cairo, Kopi Jahe, Jus Buah Manis Madu, Susu kambing Rempah Kurma, dan aneka minuman. Bahkan, tersedia pula Tongseng yang resepnya memadukan rasa Timur Tengah dan Jawa Timur.

Terlezat ke-2 di Cairo
Menurut klaim Novel, Kambing Bakar Cairo sudah terbukti kelebihannya dalam hal rendah kadar kolesterol, aman untuk pengidap penyakit darah tinggi, sekaligus punya rasa yang bakal membuat ketagihan. Cerita punya cerita, resep resto yang terletak di jalan Geger Kalong Hilir no. 25 ini, adalah resep turunan dari usaha kambing bakar milik neneknya di Cairo yang sampai sekarang masih berdiri. Kabarnya, cikal-bakal inilah yang mendapat gelar resto kambing bakar terlezat kedua di seluruh Cairo.

Diskon atau Malah Dibayar
Namun, tentu saja Anda jangan langsung percaya kata-kata itu. Ibarat pepatah mengatakan, "kecap tidak ada yang nomor dua", setiap pedagang tentu mengagulkan produk yang dijualnya. Begitu pula dengan Kambing Bakar Cairo. Nah, bagi Anda yang penasaran dengan rasa Kambing Bakar Cairo, silahkan mengontak kantor MegaDiskon.com setiap jam kerja, untuk mendapatkan potongan harga sebesar 10 persen.



Namun, bagi Anda yang masih ragu mencicip kelezatan olahan daging Kambing Bakar Cairo, ada janji khusus dari pemiliknya. "Kalau Anda makan di sini dan tidak ketagihan, silahkan hitung harga makanan tersebut, dan Anda akan dibayar makanan yang dibeli!” Wow! Sangat Menantang bukan? Makanya, segera ke Kambing Bakar Cairo!




Sumber     :seindystraveling
Lihat juga :
laguna
sushi tei
tamani

Rabu, 29 September 2010

Menikmati Keragaman Kuliner Negeri Singa Emas

SINGAPURA - Singapura adalah wilayah perlintasan. Sejak dulu, negeri singa emas ini menjadi pintu gerbang lintas dagang dunia. Rute dagang Timur - Barat pasti melewatinya. Proses pertemuan diakhiri dengan pencampuran budaya lokal dengan kaum pendatang. Sentuhan-sentuhan ini dapat kita lihat dalam aneka sajian khas Singapura.
Hidangan Singapura banyak dipengaruhi masakan Cina dan India. Wajar saja, sebab bangsa banyak dipengaruhi dari nenek moyang mereka yang berasal dari daerah pelosok kedua wilayah tadi. Para pendatang ini kebanyakan bekerja sebagai pengrajin atau pekerja.
Saat ini, bila ditanya apa hidangan nasional Singapura, warga negeri Lee Kwan Yew ini sepakat menunjuk Chili Crab dan Black Pepper Crab. Konon, masakan pertama lahir dari tangan koki jempolan. Ceritanya, pada 1950-an Madam Cher Yam Tian membuat resep untuk menghidangkan kepiting segar. Bersama suaminya , Mr. Lim Choon Ngee, Madam Cher mendirikan warung makan yang selalu menghidangkan kepiting laut di pinggir pantai.
Warung makan milik mereka buka tiap hari, dari subuh sampai larut malam. Penerangan saat itu hanya dilengkapi dengan lampu minyak tanah. Seiring perkembangan zaman, lokasi berjualan Madam Cher dan Mr Lim sudah berubah. East Coast Seafood Centre telah disulap menjadi restoran-restoran modern yang menyajikan menu Chili Crab setiap malam.
Bila menelisik tampilan Chili Crab, rasanya tak berbeda saat kita menyantap hidangan sejenis di Indonesia. Sajian ini mengingatkan kita pada kepiting saus padang. Kuah panas yang melumuri badan kepiting terbuat dari cabai merah, saus tomat, telur dan daun bawang. Menikmati kepiting memang paling sedap dengan menggunakan tangan. Daging putih yang terselip di antara capit dan cangkang keras menjadi petualangan tersendiri. Agar memudahkan kita, sang koki biasanya sudah memberi keringanan. Bagian yang keras sudah dihancurkan.
Para penggemar kuliner lokal, paling senang menyantap kepiting pedas ini dengan potongan French bread atau Mantou (roti Cina). Mereka pun tak ketinggalan memesan kepiting lada hitam (black pepper crab). Kabarnya, menu ini terkenal sejak 1980-an. Meski pada awalnya, tak banyak orang yang mau mencicipi hidangan ini. Lama-kelamaan, aroma pedas dan tajam yang berasal dari perpaduan merica hitam, merica putih, garam dan bawang putih itu berhasil merebut lidah penggemar kuliner.
Sajian nasional Singapura lainnya, nasi ayam Hainan. Menu ini juga diadaptasi dari Hainan, Cina. Sejak 60 tahun silam, pendatang dari negeri Cina membawa menu ini. Lewat sentuhan lokal dan perubahan, hidangan ini diangkat menu nasional. Di negeri kita, menu ini juga mudah ditemukan. Pergi saja ke restoran bercita rasa Mandarin, dan kita menemukan menu ini terselip di antara sederet menu lainnya.
Nasi ayam Hainan banyak digemari orang. Kelezatan yang menggoda selera dimunculkan dari kaldu ayam dan bumbu-bumbu spesial yang menjadi bahan dasar nasi hainan. Sebagai pelengkap, ayam kukus atau ayam panggang dapat menjadi pilihan yang asyik. Bila doyan pedas, sambal lokal tinggal dicocol.

Pusat Jajan
Dari perhitungan terakhir, terdapat lebih kurang 120 pusat jajanan dan 16.000 kios yang tersebar di Singapura. Negeri kecil dengan lokasi jajan sebanyak itu. Kenapa tidak, maklum orang Singapura doyan makan dan jajan. Tiap kali merasa lapar, mereka beramai-ramai mendatangi kedai makan terdekat.
Menjelajahi pusat jajan Singapura sungguh menarik. Pusat jajan biasanya ditemukan di dekat perumahan dan selalu bergandeng dengan pasar basah. Dinamakan demikian, sebab pasar ini memang betul-betul selalu berair lantainya. Air di lantai pasar bersumber dari balok es untuk mengawetkan hasil dan semprotan air untuk menghilangkan kotoran, sisa daging dan sayuran.
Tiap kios di pusat jajan ditandai dengan papan kecil bersimbol: A, B, C dan D. Tiap simbol itu mengandung makna berupa tingkat kebersihan yang berbeda. Simbol A berarti yang paling bersih.
Biasanya pusat jajan dibanjiri pengunjung, disarankan untuk mencari tempat terlebih dahulu sebelum memesan menu favorit. Jangan malu bertanya kepada sesama pengunjung, apakah dia mau berbagi tempat. Ini merupakan sesuatu yang lazim di Singapura.
Ada beberapa pusat jajan yang namanya cukup terkenal. Pertama, Maxwell Food Centre. Pusat jajan ini sudah ada sejak 60 tahun lalu. Berada di pusat Chinatown atau pecinan. Ada lebih dari 100 kios makanan di sini, menjual segala macam hidangan favorit Singapura. Kedua, Lau Pa Sat. Ini tempat bersejarah tinggi. Lau Pa Sat artinya pasar tua dalam bahasa Cina. Bangunannya berlapiskan besi ornamental dari zaman Victoria yang terbesar di Asia Tenggara dan dibangun pada 1894. Lau Pa Satter dapat di pusat kawasan bisnis elite dan buka 24jam. Kita dapat memesan sajian lokal hingga masakan Mediterania.
Berikutnya, Newton Food Centre. Tempat ini didirikan pada 1971. Awalnya, lokasi ini digunakan untuk menampung pedagang keliling yang berjualan di kedai-kedai pinggiran jalanan seputar daerah Orchard Road. Semua kios yang berjumlah 88 buah itu ditampung secara unik dalam empat bangunan berbeda. Ada juga tempat tertutup untuk beberapa meja.
Pilihan lain, ada Zion Riverside Food Centre. Inilah tempat makan yang menjual suasana pinggir sungai yang romantis. Pusat jajan yang dibangun dalam abad modern ini memang bisa jadi andalan, bersih, nyaman dan penuh gaya dengan sebelah pinggir Kanal Alexandra yang menyambung dengan Sungai Singapura.
Kalau mau sentuhan angin laut, silakan pergi ke East Coast Lagoon Food Village. Tempat inilah yang menghadap ke pantai dan tersentuh lembutnya angin laut. Tempat ini menjadi favorit bagi para penggemar piknik dan olahraga lari. Di sini, laksa dan sajian satay adalah yang paling sering dipesan. Jadi, Anda mau coba kedua menu itu?




Sumber     : sinarharapan
Lihat juga :
nelayan restoran
laguna
table8

Selasa, 28 September 2010

Jak-Japan Matsuri Hadir Lagi di Jakarta!


Jakarta Japan Matsuri 2010 hadir lagi di Jakarta. Bertempat di Hotel Nikko Jakarta, acara ini dibuka hari Minggu (26/9/10) ditandai dengan tabuhan genderang Jepang Oedo Sukeroku Taiko yang sangat meriah.


Atraksi yang cukup menyita perhatian pengunjung adalah tehnik pemotongan ikan tuna segar (maguro) yang dilakukan oleh dua orang Chef Jepang dengan menggunakan Katana dan Deba (belati).


Ini dia para juri Sushi Battle yang diadakan pada Minggu, 26 September lalu. Ada Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Duta Besar Jepang untuk ASEAN, Bp. Jusuf Anwar (Mantan Dubes Indonesia untuk Jepang), Bp. Arie Budiman (Kadis Pariwisata DKI Jakarta mewakili Gubernur), Ketua Panitia Matsuri.


Sushi hasil buatan para peserta dinilai tidak hanya dari segi penampilan, kecepatan, tapi juga rasa yang pas oleh juri.


Dan keluarlah Chef Koesriandi dari Sakura Resto sebagai pemenang Sushi Battle tahun ini.


Sumber     : detikfood
Lihat juga :
laguna
sushi tei
tamani